-->

Ular Kobra Marah di Kamar Tidur, Ternyata Ini Penyebabnya

Melihat ular kobra masuk ke rumah pasti membuat kita kaget dan ketakutan, apalagi masuk ke dalam kamar tidur pasti membuat panik. Jika ular kobra nyelonong masuk begitu saja mungkin kita tidak akan tahu, tetapi jika ia memasuki ruangan sambil menakut-nakuti tentu berbahaya.


Ular kobra bisa membunuh manusia dengan mudah, jika telat dilakukan pertolongan dan perawatan pertama. Salah satunya dalam video viral di bawah ini, di mana satu ekor ular kobra memasuki kamar tidur sambil melebarkan lehernya membentuk sendok. Dan itu adalah salah satu ancaman bagi manusia.


Penyebab ular kobra marah


Tentu saja pemilik rumah langsung panik dan memanggil pawang ular, yang memang tidak jauh dari tempat ditemukannya ular. Ternyata ada alasan di balik kemarahan ular kobra tersebut, yang memang tidak bisa diredam begitu saja hingga pawang ular menangkapnya. Dan ini dia penyebabnya.


Baca Juga: Perlawanan Terakhir Kadal Melawan Ular Kobra



Penyebab Ular Kobra Marah di Kamar Tidur

Setelah ditangkap oleh pawang ular, ular kobra tersebut ternyata sedang berganti kulit. Inilah yang membuatnya lebih agresif, karena biasanya ular akan merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut.


Tidak heran jika ular yang memiliki racun mematikan ini akan tampak marah dan lebih berbahaya.


Sifat Racun Ular Kobta

Racun ular kobra bersifat neurotoksik yang mempengaruhi saraf, otak dan menyebabkan kematian dengan sangat cepat tanpa pengobatan. Mereka adalah penyerang yang sangat cepat. Bayi kobra pun sama mematikannya. Harap berhati-hati


Kobra monokel (Naja kaouthia) adalah spesies ular berbisa yang berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Ular berbahaya dan berpotensi mematikan ini dapat ditemukan di Cina, India, Vietnam, Nepal dan Kamboja, tetapi juga di Malaysia, Bangladesh, Bhutan, Laos, Myanmar dan Thailand. Spesies ini juga biasa disebut sebagai kobra Monocellate atau kobra Thailand, dan termasuk dalam famili Elapidae.


Kobra monokel mendapatkan nama umum dari pola tudung berbentuk O, atau monoselat yang ada di bagian belakang tudungnya. Ini berbeda dengan kobra India atau kobra berkacamata yang memiliki pola "tontonan", dibentuk oleh dua oselus melingkar yang dihubungkan oleh garis melengkung.


Kobra monokel adalah ular berukuran sedang dan bertubuh berat dengan tulang rusuk memanjang yang melebar membentuk tudung khas ketika mereka merasa terancam. Biasanya, kobra ini lebih suka melarikan diri, tetapi jika terancam mereka akan mengangkat tubuh mereka, menyebarkan tudung mereka dan mendesis keras, dan pada akhirnya akan menyerang dan menggigit untuk membela diri.


Racun mereka yang sangat beracun dianggap sebagai salah satu racun ular yang bekerja paling cepat di dunia dan dapat menyebabkan kematian hanya dalam satu jam setelah keracunan. Berlawanan dengan Kobra India (N. naja), kobra bermata satu dapat memberikan gigitan pada serangan pertama sehingga membuatnya lebih berbahaya.


Gigitan mereka menyebabkan pembengkakan lokal di daerah gigitan tetapi juga kelumpuhan progresif dari sistem saraf. Sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan pernapasan dan kematian karena asfiksia. Gigitan kobra monokel juga dapat menyebabkan nekrosis jaringan yang memerlukan intervensi bedah.


Baca Juga: Ular Kobra Diberi Susu Bisa Mati Mengenaskan, Kenapa?


Mereka memiliki sepasang taring anterior tetap, yang dapat mencapai panjang lebih dari 6 mm, dan agak disesuaikan untuk meludah.

LihatTutupKomentar