-->

Nyeri Dada Sebelah Kanan Hilang Timbul, Waspadai 7 Penyakit Berbahaya Ini

Pernahkah Anda merasakan nyeri dada sebelah kanan hilang timbul, dan dalam beberapa waktu akan terasa ketika menarik napas. Pada kebanyakan kasus, nyeri di dada sebelah kanan merupakan gejala sementara yang terjadi karena kondisi yang tidak serius, seperti stres hingga refluks asam.


Namun, nyeri dada, baik di sisi kanan atau kiri, dapat memiliki beberapa penyebab lain termasuk masalah pada sistem pencernaan. Namun yang paling berbahaya adalah ketika menyangkut paru-paru dan bahkan jantung, dan ini perlu didiagnosis dan diobati lebih awal.


Nyeri dada sebelah kanan hilang timbul
Nyeri dada sebelah kanan hilang timbul.


Jika rasa sakit sering terjadi, sangat intens, memburuk seiring waktu, atau datang dengan gejala lain maka harus diwaspadai. Dan jika dibiarkan dan dianggap remeh, bisa mengancam jiwa dalam waktu yang tidak diduga-duga. Nah, 7 penyakit ini bisa menjadi penyebabnya.


Baca Juga: Minuman Jakuseni Dari Dr Zaidul Akbar, Tangkal Berbagai Penyakit


7 Penyebab Nyeri Dada Sebelah Kanan Hilang Timbul

Penyebab paling umum nyeri di sisi kanan dada meliputi hal-hal berikut ini, dikutip ikutrame.com dari Tuasaude:


1. Stres dan kecemasan

Stres dan kecemasan berlebih adalah dua kondisi yang dapat menyebabkan serangan panik. Dan menyebabkan gejala yang sangat mirip dengan serangan jantung, termasuk nyeri dada mendadak. Biasanya nyeri lebih terasa di bagian tengah dada, namun berkali-kali bisa menjalar ke sisi kanan tubuh.


Selain nyeri dada, ada gejala umum lainnya seperti napas pendek, sesak napas, kesemutan di tangan dan kaki serta berkeringat. Tidak seperti serangan jantung, serangan panik lebih sering terjadi setelah situasi yang sangat menegangkan dan nyeri dada cenderung hilang dalam beberapa menit.


Apa yang harus dilakukan: Cara terbaik untuk mengurangi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh serangan panik adalah dengan mencoba menenangkan diri. Ini membuat pernapasan menjadi teratur dan otot-otot menjadi kurang tegang. Hal lain yang dapat Anda lakukan adalah pergi ke suatu tempat yang tenang, dan minum secangkir teh valerian atau chamomile. Jika rasa sakitnya masih kuat atau jika Anda mencurigai adanya serangan jantung, pergilah ke rumah sakit atau hubungi bantuan medis.


2. Ketegangan otot

Otot yang tegang adalah penyebab umum lain dari nyeri dada dan biasanya terjadi satu atau dua hari setelah olahraga intensif. Peningkatan penggunaan otot ini bisa disengaja, dari berolahraga di gym, misalnya, tetapi bisa juga tidak disengaja, misalnya, dari mengecat langit-langit.


Selain itu, rasa sakit yang kuat di daerah dada juga dapat menyebabkan lesi pada serat otot. Dan ini mungkin tidak langsung menimbulkan rasa sakit, tetapi dapat menjadi nyeri setelah beberapa hari. Dalam kasus ini, gejala umum lainnya adalah peningkatan rasa sakit saat menyentuh otot, pembengkakan ringan, dan kesulitan menggerakkan lengan.


Apa yang harus dilakukan: Mengoleskan es ke daerah tersebut selama 15 hingga 20 menit, tiga hingga empat kali sehari akan membantu menghilangkan rasa sakit. Juga, Anda dapat melakukan pijatan ringan di daerah tersebut dengan lotion anti-inflamasi. Jika rasa sakit tidak membaik dalam tiga hari, kami sarankan Anda pergi ke dokter umum atau fisioterapis, karena perawatan yang lebih spesifik mungkin diperlukan.


3. Refluks asam (GERD)

Refluks asam adalah kondisi umum yang mempengaruhi banyak orang dan itu terjadi ketika asam di lambung naik ke kerongkongan menyebabkan sensasi mulas, terutama setelah makan. Ketidaknyamanan ini terkadang dapat dirasakan dalam bentuk nyeri yang akhirnya menjalar ke dada dan dapat mempengaruhi sisi kanan.  


Gastroesophageal reflux disease (GERD) umumnya disertai dengan gejala lain seperti sering bersendawa, rasa asam di mulut, merasa seperti ada benjolan di tenggorokan dan batuk kering.


Apa yang harus dilakukan: Tergantung pada gravitasi, gejala refluks dapat dikurangi melalui perubahan pola makan sederhana. Seperti menghindari makan terlalu banyak sekaligus dan menghindari makanan berlemak dan pedas. Namun, ada kasus di mana obat untuk memblokir asam lambung mungkin diperlukan. Oleh karena itu, jika ketidaknyamanan tidak membaik dengan perubahan pola makan, kami sarankan Anda mengunjungi ahli gastroenterologi untuk memulai perawatan yang memadai.


Baca Juga: 7 Manfaat Gelang Tembaga, Tangkal Virus hingga Redakan Nyeri Sendi


4. Kostokondritis

Kostokondritis adalah masalah yang kurang umum tetapi dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat di dada, biasanya di tengah dada, tetapi dapat menyebar ke sisi kanan atau kiri.


Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan yang menghubungkan tulang sternum ke tulang rusuk meradang setelah dada mengalami tekanan yang kuat, periode batuk yang intens, atau postur tubuh yang buruk. Kostokondritis menyebabkan sensitivitas di daerah tengah dada dan rasa sakit yang semakin parah, saat Anda menarik napas dalam-dalam atau batuk. 


Apa yang harus dilakukan: Kostokondritis adalah masalah sementara yang cenderung membaik setelah beberapa hari, tanpa memerlukan perawatan khusus. Namun, latihan peregangan dan mengoleskan es ke daerah tersebut selama 15 hingga 20 menit. Sebanyak tiga hingga empat kali sehari dapat mengurangi peradangan dan meredakan ketidaknyamanan, dan obat antiinflamasi juga dapat membantu.


5. Kandung empedu atau radang hati

Kantung empedu dan hati adalah dua organ rongga perut yang terletak di sisi kanan tubuh. Sehingga, ketika mereka meradang atau mengalami perubahan, mereka dapat menyebabkan rasa sakit di daerah itu. Meskipun lebih umum rasa sakit berada di daerah perut, dalam beberapa kasus dapat menyebar ke dada juga. 


Ketika ada masalah dengan kantong empedu atau hati, mungkin ada gejala lain selain nyeri dada dan ini termasuk muntah, kehilangan nafsu makan, perasaan tidak sehat secara umum, dan penyakit kuning. 


Apa yang harus dilakukan: Jika Anda menduga Anda menderita radang kandung empedu atau masalah hati, penting untuk mengunjungi ahli gastroenterologi untuk memastikan diagnosis dan memulai pengobatan yang memadai. Peradangan kandung empedu biasanya cukup serius, terutama jika kantong empedu tersumbat oleh batu. Dalam kasus ini, rasa sakitnya sangat kuat dan bisa terjadi demam dan muntah akut. Jika ini terjadi, segera pergi ke rumah sakit.


6. Masalah paru-paru

Berbagai masalah pada paru-paru dapat menyebabkan rasa sakit di daerah dada, terutama saat bernafas. Selain rasa sakit, mungkin juga ada batuk, sesak napas, napas pendek dan demam.


Masalah paru-paru lebih sering terjadi setelah kecelakaan atau pada orang yang memiliki penyakit jantung kronis atau penyakit paru-paru. 


Apa yang harus dilakukan: Nyeri dada karena masalah pada paru-paru bisa menjadi pertanda masalah serius seperti radang selaput dada, radang paru-paru, pneumotoraks, atau bahkan emboli paru. Jika Anda menduga Anda memiliki masalah paru-paru, silakan pergi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan, seperti rontgen toraks sehingga dokter dapat mengidentifikasi penyebabnya dan memulai perawatan yang memadai, yang dapat bervariasi sesuai dengan penyebabnya.


7. Masalah jantung

Ketika Anda mengalami nyeri dada sebelah kanan hilang timbul, bisa jadi tanda masalah jantung. Namun, ini tidak umum. Dikatakan, masalah jantung bisa menjadi penyebab nyeri dada, termasuk nyeri yang menjalar ke sisi kanan, terutama jika otot jantung meradang.


Biasanya masalah jantung lebih sering terjadi pada orang tua, orang dengan masalah kronis lainnya atau pasien yang dirawat di rumah sakit karena infeksi serius. Sakit jantung biasanya sangat intens dan menyebabkan sensasi sesuatu yang mengencangkan jantung. Selain itu, bisa juga ada gejala lain seperti jantung berdebar, batuk, sulit bernapas dan pingsan. 


Apa yang harus dilakukan: Jika Anda menduga bahwa rasa sakit itu mungkin disebabkan oleh masalah jantung, penting untuk segera pergi ke rumah sakit atau meminta bantuan medis, sehingga penyebabnya dapat didiagnosis dan pengobatan dimulai.


Baca Juga: Terpapar Virus Lalu Masuk Rumah Sakit, Ibu Ini Diruqyah dan Hasilnya Menakjubkan


Kapan Harus ke Dokter?

Sering kali, nyeri dada sebelah kanan hilang timbul setelah beberapa menit, jadi tidak ada alasan untuk khawatir. Namun, diperiksa oleh dokter adalah satu-satunya cara untuk mengidentifikasi penyebab yang benar. Oleh karena itu, sebaiknya pergi ke rumah sakit jika:


  • Rasa sakitnya sangat intens atau memburuk seiring waktu
  • Rasa sakit berlangsung lebih dari 15 menit
  • Gejala lain muncul seperti kesulitan bernapas, suhu tinggi atau pingsan.


Selain itu, orang lanjut usia dan mereka yang memiliki masalah kronis, terutama pada sistem pernapasan atau jantung. Harus diperiksa oleh dokter, karena rasa sakit dapat menunjukkan bahwa kondisinya semakin parah, dan pengobatan mungkin perlu disesuaikan.

LihatTutupKomentar