-->

Manfaat Kangkung untuk Diet, Kesehatan Hingga Kulit

Kangkung adalah salah satu sayuran berdaun hijau yang sangat familiar digunakan dalam masakan Asia Selatan dan Tenggara. Daun dan batangnya yang lembut manis, berlendir, sukulen, sangat banyak dicari dan biasa dibuat menjadi tumisan, direbus bahkan menjadi salad.


Secara botani, sayuran berdaun ini cepat tumbuh dan termasuk dalam famili Convolvulaceae, dan berkerabat dengan ubi jalar tetapi tidak memiliki kemiripan dengan bayam. Secara ilmiah, kangkung memiliki nama ilmiah: Ipomoea aquatica Forsk.


Tanaman kangkung memiliki batang yang halus dan berongga mirip dengan selada air. Oleh karena itu, disebut sebagai sayuran bertangkai berongga (Kung Shin Tsai) di Cina. Daunnya yang hijau, berbentuk mata panah (lanset) dengan lebar bervariasi dari 2,5 hingga 8 centimeter.


Baca Juga: Minuman Jakuseni dari dr Zaidul Akbar, Tangkal Berbagai Penyakit


Berdasarkan kebiasaan tumbuhnya, ada dua varietas kangkung.


Tinggi, jenis tegak tumbuh di tanah yang kaya bahan organik dan kelembaban yang cukup. Akar baru muncul di persimpangan antar nodal yang ketika bersentuhan dengan tanah, memperbaiki dan tumbuh lebih jauh, seperti menjalar.


manfaat kangkung untuk diet


Jenis lainnya adalah semi-akuatik, tumbuh di tanah rawa atau berair. Akar primernya tertancap di tanah dan akar sekunder (adventif) di ruas-ruasnya mengambang bebas di air, atau ketika bersentuhan dengan permukaan, menempel di tanah.


Manfaat Kangkung untuk Diet, Kesehatan hingga Kulit

Manfaat kangkung untuk diet juga tidak bisa disepelekan, karena sayuran hijau sangat baik untuk mengelola pencernaan, karena kaya akan serat. Sayuran kangkung sangat rendah kalori dan lemak. Meskipun demikian, daun sukulennya mengandung banyak vitamin, yang tertinggi adalah vitamin-A (6600 IU/100 gram), selain kaya akan antioksidan dan mineral.


100 gram daun segar hanya mengandung 19 kalori. Untuk alasan yang sama, ini adalah salah satu sayuran hijau yang sering direkomendasikan oleh ahli gizi dalam program pengendalian kolesterol dan diet atau penurunan berat badan.


Kangkung juga mengandung antioksidan fenolik tingkat tinggi seperti karoten-β, lutein, xanthin, dan cryptoxanthin.


Daun kangkung mentah dan segar mengandung kadar asam askorbat yang sangat baik. 100 g sayuran hijau ini menyediakan 55 mg atau 92% nilai vitamin-C yang dibutuhkan setiap hari. Vitamin-C adalah antioksidan kuat yang larut dalam air yang membantu sebagai radikal bebas oksigen dan spesies oksigen reaktif (ROS), dan dengan demikian melindungi tubuh manusia dari berbagai proses penyakit.


Lebih lanjut, konsumsi makanan yang kaya vitamin C secara teratur dapat membantu memperbaiki jaringan ikat, rambut, kulit; dan juga berkontribusi dalam pencegahan anemia defisiensi besi, dan penundaan penuaan, dan kanker.


Sayuran kangkung adalah salah satu sumber vitamin A yang paling melimpah. Mirip dengan sayuran hijau lainnya seperti bayam, selada air, dan lainnya. 100 gram sayuran segar mengandung 6300 IU atau 210% dari nilai vitamin yang direkomendasikan setiap hari. Vitamin-A sangat penting untuk integritas mukosa, kesehatan rambut dan kulit, dan penglihatan. Ia juga bekerja sebagai anti-kanker, faktor anti-penuaan pada tingkat sel pada manusia.


Mereka juga kaya akan beberapa kelompok vitamin B kompleks seperti riboflavin (8%), niasin (5,5%), vitamin B-6 (piridoksin-7%), asam folat (14%), dll, yang berperan peran penting dalam fungsi metabolisme.


Selain itu, sayuran hijau juga mengandung mineral seperti zat besi (21%), kalsium (8%), kalium (7%), magnesium (18%), mangan (7%) dan fosfor (5,5%). Magnesium dan kalsium berperan dalam mineralisasi tulang dan gigi, serta fungsi berirama jantung. Mangan digunakan oleh tubuh sebagai co-faktor untuk enzim antioksidan, superoksida dismutase .


Daun kangkung adalah sumber nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan yang berlimpah yang bila dikonsumsi secara teratur dapat mencegah osteoporosis, anemia defisiensi besi, dan defisiensi vitamin A; dan selanjutnya dipercaya untuk melindungi terhadap penyakit kardiovaskular, usus besar, dan kanker prostat.


Seleksi dan Penyimpanan Kangkung

Kangkung siap panen sekitar 45 hari setelah semai. Pilih tunas teratas; sisakan sekitar 2 inci dari batang bawah untuk mendorong pertumbuhan baru untuk panen nanti. Panen sebelum mekar untuk rasa terbaik.


Di pasar, kangkung dijual dalam bentuk bundel dengan berbagai ukuran dan berat. Carilah jenis daun besar berwarna hijau tua karena lebih beraroma daripada varietas berdaun kecil.


Hindari daun kangkung yang sudah layu, daun kekuningan. Juga, hindari sayuran yang rusak dan terserang serangga.


Daun kangkung rusak lebih awal jika tidak disimpan di lingkungan yang sejuk. Simpan dalam bungkus dengan handuk basah, dan masukkan ke dalam lemari es seperti sayuran lainnya seperti bayam.


Metode Persiapan dan Penyajian

Seperti pada selada air, tanaman hijau berdaun ini juga tumbuh subur di lingkungan perairan. Oleh karena itu, cuci bersih, air mengalir, dan kemudian rendam dalam air garam selama sekitar setengah jam untuk menyingkirkan telur parasit dan cacing yang berkembang dengan baik di bawah kondisi air.


Keringkan dengan kain lembut atau handuk kertas. Potong-potong menggunakan pisau pengupas. Pangkas batang yang keras. Tunas muda yang lembut dapat dimakan mentah dalam salad. Daun yang lebih besar harus dimasak sebelum dikonsumsi.


Sayuran kangkung memiliki rasa yang sangat ringan, manis dan tekstur yang sedikit berlendir. Steam cook atau braising menghadirkan rasa unik dan tekstur kontras antara batang yang renyah dan daun yang segar dan lembab. Tumis dengan mentega dan bawang putih, dan aduk dengan sedikit cuka, dan akhiri dengan taburan biji wijen panggang. Sayuran rebus juga bisa disajikan dengan krim dan taburan keju.


Baca Juga: 8 Buah untuk Penderita Diabetes Terbaik, Manis dan Segar


Bahaya Kangkung

Sebagai tanaman air, bahaya kangkung dapat menampung banyak hama yang terbawa air yang dapat menyebabkan infeksi usus seperti cacing (F. buski).


Tahap larva dari trematoda ini berkista (disebut sebagai metaserkaria ) pada tanaman air seperti bayam air, kastanye air, caltrop air, akar teratai, dan tanaman lain yang dapat dimakan. Sayuran mentah yang tidak bersih bila dikonsumsi dapat menyebabkan gejala seperti sakit perut, diare, demam, reaksi alergi terhadap larva, dan dalam kasus infestasi berat, obstruksi usus.


Beli kangkung dari petani terkenal yang menggunakan air bersih untuk irigasi. Hindari jika sayuran bersumber dari air yang tergenang dan tercemar.

LihatTutupKomentar