-->

Manfaat Jus Pare dan Efek Sampingnya, Jangan Anggap Sepele

Manfaat jus pare diyakini bisa mengobati beragam macam penyakit, namun Anda bertanya apakah ada efek sampingnya? Pare adalah sayuran yang umum dikonsumsi dan digunakan di Indonesia, meskipun rasanya sangat pahit dan tidak enak bagi sebagian orang.


Gambar tanaman dan sayur pare.
Gambar tanaman dan sayur pare.


Selain itu, biji pare juga kerap digunakan untuk membuat obat yang dipercaya bisa mengobati beragam penyakit. Orang biasa menggunakan pare untuk mengatasi diabetes, obesitas, masalah perut dan usus, dan banyak kondisi lainnya.


Pare mengandung bahan kimia yang berfungsi seperti insulin, untuk membantu menurunkan kadar gula darah. Lalu selain untuk diabetes apa saja manfaat jus pare yang terbukti secara ilmiah, dan apa efek sampingnya jika dikonsumsi terlalu lama?


Baca Juga: Kenapa Minum Air Kelapa Badan Menjadi Lemas? Ternyata Ini Efeknya


Manfaat Jus Pare


Manfaat jus pare ini dikutip ikutrame.com dari Web MD, yang merupakan salah satu situs rujukan kesehatan di Amerika.


Mengatasi Diabetes


Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi pare dapat menurunkan kadar gula darah dan menurunkan HbA1c. Ini ukuran kontrol gula darah dari waktu ke waktu, pada penderita diabetes tipe 2.


Osteoartritis


Penelitian awal menunjukkan bahwa, jus pare dapat menurunkan jumlah obat pereda nyeri yang dibutuhkan oleh penderita osteoartritis. Tetapi tampaknya tidak memperbaiki gejala yang ada.


Berbagai penyakit


Jus pare juga baik untuk penderita penyakit di bawah ini:


  • Mereka yang memiliki risiko diabetes, penyakit jantung dan stroke.
  • Jenis penyakit radang usus (kolitis ulserativa).
  • HIV / AIDS.
  • Gangguan pencernaan (dispepsia).
  • Infeksi usus oleh parasit .
  • Menghilangkan batu ginjal.
  • Mengatasi penyakit hati.
  • Mengobati kulit bersisik dan gatal (psoriasis).
  • Sakit maag.
  • Penyembuhan luka.
  • dan kondisi lainnya.


Efek Samping Jus Pare


Jika diminum : Jus pare mungkin aman bagi kebanyakan orang dalam jangka pendek (hingga 4 bulan). Tapi pare bisa menyebabkan sakit perut pada beberapa orang.


Saat dioleskan ke kulit: Pare mungkin bisa menyebabkan ruam kulit.


Kehamilan dan menyusui: Jus pare tidak aman bila diminum selama kehamilan. Bahan kimia tertentu dalam pare dapat menyebabkan perdarahan menstruasi dan menyebabkan aborsi pada hewan.


Diabetes: Jus pare dapat menurunkan kadar gula darah. Jika Anda menderita diabetes dan mengonsumsi obat untuk menurunkan gula darah, menambahkan pare dapat membuat gula darah turun terlalu rendah. Pantau gula darah Anda dengan hati-hati.


Defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD): Orang dengan defisiensi G6PD mungkin mengembangkan "favism" setelah makan biji pare. Favism adalah suatu kondisi yang dinamai kacang fava, yang diduga menyebabkan "darah lelah" (anemia), sakit kepala, demam, sakit perut , dan koma pada orang-orang tertentu. Bahan kimia yang ditemukan dalam biji pare berhubungan dengan bahan kimia dalam kacang fava. Jika Anda mengalami defisiensi G6PD, hindari pare.


Pembedahan: Ada kekhawatiran bahwa jus pare dapat mengganggu kontrol gula darah selama dan setelah pembedahan. Hentikan penggunaan jus pare minimal 2 minggu sebelum jadwal operasi.


Baca Juga: Efek Samping Buah Pepaya, Berbahaya bagi Orang dengan Kondisi Ini


Batas konsumsi jus pare

Tidak ada batas konsumsi atau dosis jus pare yang tepat, namun setiap orang berbeda. Tergantung pada beberapa faktor seperti usia pengguna, kesehatan, dan beberapa kondisi lainnya.


Pastikan Anda tidak minum jus pare berlebihan, dan kunci utamanya adalah minum dalam jumlah sedang. Juga pastikan berkonsultasi dengan apoteker atau dokter, jika Anda memiliki kondisi kesehatan lainnya.

LihatTutupKomentar