-->

15 Efek Samping Teh Hijau Kepala Jenggot dan Merek Lainnya

    Teh hijau adalah salah satu minuman paling sehat di dunia, namun selain manfaat ada juga efek samping yang tidak bisa disepelekan. Bahan yang berasal dari tanaman Camellia sinensis ini, mengandung antioksidan yang disebut EGCG yang berpotensi melawan berbagai penyakit.


    Efek samping teh hijau kepala jenggot dan lainnya
    Efek samping teh hijau kepala jenggot dan lainnya.


    Di antaranya seperti kanker, penyakit jantung dan obesitas termasuk juga baik digunakan dalam perawatan kulit dan wajah. Tetapi penelitian baru menunjukkan bahwa minum, terlalu banyak teh hijau setiap hari dapat memiliki efek samping yang tidak bisa dianggap sepele.


    Pada artikel kali ini, kita akan membahas 15 efek samping teh hijau yang mungkin tidak pernah Anda sadari sebelumnya. Di samping itu, kita juga akan membahas berapa banyak dosis ideal dan tindakan pencegahan lain yang perlu Anda ambil saat akan minum teh hijau baik kepala jenggot maupun merek lainnya. Mari kita mulai!


    Baca Juga: 8 Efek Samping Serius Lidah Buaya Untuk Wajah Dan Kesehatan


    Efek Samping Teh Hijau

    Minum teh hijau terlalu banyak memiliki efek samping. Berikut adalah daftar dari 15 efek samping yang ingin Anda waspadai. Dikutip ikutrame.com dari Style Craze.


    1. Menyebabkan Anemia dan Kekurangan Zat Besi

    Anemia mempengaruhi 1,62 miliar orang di seluruh dunia. Ini disebabkan karena kekurangan zat besi dan rendahnya kadar hemoglobin dalam darah.


    Studi penelitian menunjukkan bahwa minum terlalu banyak teh hijau setiap hari dapat menyebabkan kekurangan zat besi. Ini yang menyebabkan anemia dan / atau jumlah sel darah merah yang rendah.


    Matam Vijay-Kumar, asisten profesor Penn State, menjelaskan bahwa katekin teh hijau, EGCG (epigallocatechin gallate), mengikat dengan zat besi. Ini mengurangi efisiensi EGCG sebagai antioksidan kuat dan juga menghalangi penyerapan zat besi.


    Dr. Matam juga menyarankan para penderita IBD untuk tidak mengonsumsi teh hijau saat mengonsumsi suplemen zat besi. Ini karena teh hijau yang terikat zat besi EGCG kehilangan kapasitas untuk menghambat myeloperoksidase (enzim pemicu peradangan). Hal ini dapat menyebabkan peradangan dan sakit perut.


    2. Kafein dalam Teh Hijau Mengganggu Obat Tertentu

    Kafein adalah stimulator SSP (Sistem Saraf Pusat). Itulah mengapa secangkir teh hijau membuat Anda merasa diremajakan dan berenergi kembali. Mengonsumsi teh hijau dalam jumlah besar saat menjalani pengobatan tertentu dapat menyebabkan efek samping.


    Kafein dipecah di dalam tubuh dan dikeluarkan. Tapi obat-obatan tertentu seperti Cimetidine, antibiotik seperti Ciprofloxacin, enoxacin (Penetrex), trovafloxacin (Trovan), Sparfloxacin (Zagam), norfloksasin (Chibroxin, Noroxin), grepafloxacin (Raxar), Flukonazol, obat bius seperti Midazolam, dan pil KB menghambat kafein kerusakan.


    Akibatnya, kafein terus berada di dalam tubuh, menyebabkan kegelisahan, kecemasan, peningkatan detak jantung dan dalam beberapa kasus, aritmia. Intinya, kafein teh hijau dapat mengganggu antibiotik, antidepresan, antikoagulan, obat anestesi dan pil KB tertentu.


    3. Efek Samping Teh Hijau Kepada Ibu Hamil

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minum teh hijau secara berlebihan selama kehamilan dapat berdampak negatif bagi ibu dan bayi baru lahir. Mengkonsumsi lebih dari 300 mg kafein per hari meningkatkan risiko hipertensi selama kehamilan.


    Ilmuwan juga menemukan bahwa kafein dan tanin dalam teh hijau dapat menurunkan kadar asam folat. Asam folat, vitamin B yang larut dalam air, mencegah keguguran dan cacat lahir seperti spina bifida. Meskipun tidak ada risiko keseluruhan yang terkait dengan asupan teh, efek anti-folat dari teh (hijau) perlu diteliti lebih lanjut.


    Apalagi, minum teh hijau secara berlebihan bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana teh hijau dapat menyebabkan efek ini.


    Namun, EGCG ditemukan untuk mencegah cacat tabung saraf ibu akibat diabetes. Oleh karena itu, sebaiknya bicarakan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi teh hijau selama kehamilan.


    Intinya - Konsumsi teh hijau yang berlebihan selama kehamilan dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, spina bifida, dan hipertensi ibu. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi teh hijau selama kehamilan.


    4. Efek Samping Teh Hijau Menyebabkan Hipokalemia dan Kejang

    Hipokalemia ditandai dengan rendahnya kadar kalium dalam darah. Kalium penting untuk kontraksi otot dan fungsi protein tubuh. Minum terlalu banyak teh hijau dapat menurunkan kadar kalium, yang menyebabkan kelemahan otot.


    Dua pasien dengan hipokalemia (kadar kalium rendah) disarankan untuk mengurangi konsumsi teh hijau. Perubahan ini saja memungkinkan kadar kalium mereka kembali normal setelah beberapa hari. Namun, mengonsumsi teh hijau bersama dengan obat lain ditemukan dapat menyebabkan hipokalemia. Mengambil teh hijau saja tidak ditemukan menyebabkan efek ini


    Intinya - Mengkonsumsi teh hijau dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan hipokalemia dan meningkatkan risiko dan frekuensi kejang.


    5. Ekstrak Teh Hijau Mungkin Beracun untuk Hati

    Banyak orang mengonsumsi teh hijau untuk menurunkan berat badan. Namun penelitian menunjukkan bahwa, mengonsumsi teh hijau secara berlebihan dapat menjadi bumerang dan menyebabkan kerusakan hati.


    Epigallocatechin gallate (EGCG) membentuk 10 persen dari ekstrak teh hijau. Konsentrasi EGCG yang lebih tinggi dapat menyebabkan toksisitas mitokondria, kemungkinan menyebabkan hepatotoksisitas.


    Intinya - Konsentrasi EGCG yang tinggi yang ditemukan dalam pil dan suplemen teh hijau dapat menyebabkan kerusakan hati.


    6. Keracunan Kafein Menyebabkan Sakit Kepala, Pusing dan Muntah

    Mengkonsumsi lebih dari 400 mg kafein per hari dapat menyebabkan keracunan kafein. Toksisitas kafein biasanya ditandai dengan sakit kepala, mual, muntah, menggigil, jantung berdebar dan kemerahan.


    Dosis kafein yang lebih tinggi dapat menyebabkan tekanan darah turun di bawah level normal. Namun, orang-orang yang sensitif terhadap kafein dapat menunjukkan gejala keracunan kafein pada dosis rendah juga. Ada juga laporan tentang tekanan darah yang naik pada dosis normal kafein teh hijau.


    Catatan: Kafein digunakan untuk mengobati migrain. Hanya dokter berlisensi yang memiliki kewenangan untuk menentukan dosis dan kebutuhan kafein untuk mengobati migrain.


    Kesimpulan - Kafein beracun dalam dosis yang lebih tinggi dan dapat menyebabkan sakit kepala, mual, muntah, tekanan darah rendah, kemerahan dan fibrilasi atrium.


    7. Kafein dalam Teh Hijau Mengganggu Fungsi Tiroid

    Katekin teh hijau diketahui dapat mengurangi risiko kanker tiroid. Tetapi asupan kafein teh hijau yang berlebihan dapat merusak fungsi tiroid. Dalam penelitian tikus, asupan kafein harian 120-150 mg / kg selama kehamilan dapat menyebabkan berat badan bayi turun (kasus hipertiroidisme ibu).


    8. Efek Samping Teh Hijau dapat Menyebabkan Tulang Keropos

    National Osteoporosis Foundation memperingatkan bahwa kafein yang berlebihan dapat mencegah penyerapan kalsium.


    Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak teh hijau (GTE) atau asupan teh hijau yang lebih tinggi, mengurangi tingkat kerapatan tulang. Atau dalam artian membuat tulang keropos dan meningkatkan risiko patah tulang, serta mengurangi kepadatan mineral tulang.


    9. Menyebabkan Kecemasan dan Insomnia

    Sementara teh hijau dosis rendah dapat membantu menginduksi tidur dan menurunkan stres, dosis yang lebih tinggi dapat menyebabkan insomnia dan kecemasan. 


    Kafein yang ada dalam teh hijau adalah stimulan sistem saraf. Mengkonsumsi lebih dari 300 mg kafein per hari dapat mengurangi kualitas tidur dan menyebabkan insomnia, lekas marah, depresi, kemarahan dan kecemasan.


    10. Teh Hijau Mencegah Pembekuan Darah

    Warfarin adalah obat anti-pembekuan darah yang umum diberikan untuk mengatasi penggumpalan darah, dan mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Para ilmuwan telah menemukan bahwa kafein teh hijau menghalangi aksi Warfarin.


    Penelitian menunjukkan bahwa kafein menghambat metabolisme Warfarin. Jadi, orang yang menjalani pengobatan Warfarin harus menghindari produk kaya kafein seperti ekstrak teh hijau atau teh hijau dalam jumlah berlebihan. Vitamin K dalam teh hijau juga menghambat Warfarin.


    11. Terlalu Banyak Teh Hijau dapat Menyebabkan Mulas

    Mulas adalah gejala khas GERD (penyakit gastroesophageal). GERD umumnya dikenal sebagai keasaman dan disebabkan karena merokok, obesitas, kebiasaan makan yang buruk, dan konsumsi teh hijau yang berlebihan.


    Ilmuwan Jepang menemukan bahwa gaya hidup yang tidak aktif atau tidak banyak bergerak, bersama dengan asupan teh hijau yang berlebihan secara teratur, dapat meningkatkan risiko GERD. Studi lain yang dilakukan pada populasi Asia menemukan bahwa komponen teh, teofilin, dapat menyebabkan refluks asam.


    12. Kafein Teh Hijau Dapat Menyebabkan Perut Sakit

    Kafein memiliki sifat pencahar. Mengkonsumsi lebih dari 3 cangkir teh hijau per hari dapat menyebabkan diare. Faktanya, ekstrak teh hijau yang mengandung kafein dosis tinggi dapat menyebabkan sakit perut, penyakit kuning, dan urin berwarna gelap.


    13. Kafein Teh Hijau Dapat Menyebabkan Sering Buang Air Kecil

    Tidak, bukan air ekstra yang Anda konsumsi. Itu kafein dalam teh hijau. Terlalu banyak kafein teh hijau (lebih dari 4,5 mg per kg) per hari menyebabkan sering buang air kecil dan bahkan meningkatkan frekuensinya. Efek diuretik kafein mempengaruhi fungsi kandung kemih dengan meningkatkan aktivasi neuronal.


    14. Teh Hijau dapat Menyebabkan Kemandulan Pada Pria

    Polifenol teh hijau memiliki khasiat terapeutik. Tapi, dalam dosis yang lebih tinggi, ini bisa menyebabkan kemandulan pada pria. Para ilmuwan menemukan bahwa 10 mg / ml teh hijau mengurangi hasil reproduksi di Drosophila melanogaster (lalat buah biasa).


    15. Minum Teh Hijau Membuat Gigi Kuning

    Minum teh hijau setelah perawatan pemutihan gigi menyebabkan noda pada gigi. Meskipun tidak ada penelitian yang secara langsung mengaitkan asupan teh hijau dengan gigi bernoda, bukti anekdot menunjukkannya.


    Itulah adalah 15 efek samping teh hijau baik yang bermerek kepala Jenggot maupun lainnya yang didukung oleh sains. Jadi, jika teh hijau berbahaya dalam dosis yang lebih tinggi, berapa dosis yang ideal? Cari tahu di bagian selanjutnya.


    Dosis Teh Hijau yang Harus Diminum Per Hari? 

    Sebaiknya batasi konsumsi teh hijau Anda menjadi 2-3 cangkir per hari. Juga, jangan melebihi asupan kafein 200 - 300 mg / ml. Anda boleh mengonsumsi teh hijau tanpa kafein tetapi tetap pada dosis standar 2-3 cangkir teh hijau per hari.


    Tip: Untuk mengetahui seberapa banyak teh hijau kafein atau EGCG yang Anda konsumsi per cangkir, periksa label nutrisinya. Beberapa orang harus menghindari teh hijau. Bagian berikut akan memberi tahu Anda siapa.


    Siapa yang Seharusnya Tidak Minum Teh Hijau? 

    Berikut adalah orang-orang yang harus menghindari minum teh hijau:


    • Ibu hamil.
    • Sedang menjalani pengobatan Warfarin (atau sedang minum obat lain).
    • Mengalami masalah perut.
    • Orang yang berisiko tinggi kanker kandung kemih
    • Anda berencana untuk tidur dalam waktu satu jam.


    Baca Juga: Cara Minum Teh Hijau Agar Cepat Kurus dan Merek Terbaiknya


    Catatan: Bicaralah dengan dokter Anda untuk mengetahui apakah Anda harus berhenti mengonsumsi teh hijau sama sekali atau dalam dosis rendah.


    Jika Anda ingin mengonsumsi teh hijau tetapi tidak ingin merasakan efek samping, bicarakan dengan dokter. Membahas riwayat kesehatan Anda dengan dokter dapat membantu memberikan solusi.

    LihatTutupKomentar