-->

Ular Kobra Monokel Tersangkut Kail Pancing, Penyelamatannya Menegangkan

Ular kobra monokel adalah salah satu jenis kobra yang sangat aktif di siang hari, dan sangat berbahaya juga mematikan. Tapi ada saat di mana reptil yang satu ini juga sangat membutuhkan pertolongan manusia, terutama jika terjebak salah satunya kail pancing.


Ular kobra monokel tersangkut kail pancing
Ular kobra monokel tersangkut kail pancing.

Memang cukup aneh saat seekor ular monokel sampai tersangkut kail pancing, tetapi itu bisa saja terjadi secara tidak kebetulan. Seperti dalam video berikut ini, di mana dua ekor ular tersangkut kail pancing, namun reptil yang satunya lagi sudah mati dengan mengenaskan.


Beruntung ular kobra monokel ini masih bertahan, meskipun kondisinya cukup mengenaskan. Beruntung seorang pawang ular datang cukup cepat dan tanggap, namun bukan hal yang mudah melepaskan kail pancing yang ada di mulutnya. Karena di sana ada taring, yang jika salah bisa tergigit secara tidak sengaja.


Baca Juga: Ular Kobra Monokel Pemarah Sembunyi Di Kompor Gas, Muncul Dan Lebarkan Lehernya



Kronologi Ular Kobra Monokel Tersangkut Kail Pancing


Dikutip ikutrame.com dari kanal Youtube Mirza MD Arif, ular ini tersangkut kail pancing di sebuah sawah. Dan dengan menggunakan gunting, dengan hati-hati Mirza melepaskan kail pancing yang sangat besar, yang menusuk cukup dalam.


Kemungkinan besar, kail pancing digunakan untuk menangkap hewan seperti biawak yang memang cukup mengganggu. Namun nahas, ular kobra yang justru memakan umpan dan tersangkut kail pancing.


Ular Kobra Monokel


Kobra monokel atau Naja kaouthia adalah spesies ular berbisa yang berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Ular berbahaya dan berpotensi mematikan ini dapat ditemukan di China, India, Vietnam, Nepal, dan Kamboja, tetapi juga Malaysia, Bangladesh, Bhutan, Laos, Myanmar, dan Thailand, spesies ini juga biasa disebut sebagai Monocellate cobra atau Thai cobra. dan milik keluarga Elapidae.


Kobra monokel terutama adalah spesies ular darat krepuskular atau nokturnal, tetapi ia menunjukkan kemampuan memanjat jika diperlukan. Biasanya mereka bersembunyi di lubang, gundukan, gua, tumpukan, retakan atau di bawah kayu gelondongan yang tumbang di antara tempat-tempat lain.


Kobra monokel satu mendapatkan nama umum dari pola tudung berbentuk O, atau monoselata yang ada di bagian belakang kapnya. Ini berbeda dengan ular kobra India atau ular kobra berkacamata yang memiliki pola "tontonan", yang dibentuk oleh dua oselus melingkar yang dihubungkan oleh garis lengkung.


Kobra monokel satu adalah ular berukuran sedang dan bertubuh berat dengan tulang rusuk leher rahim memanjang yang mengembang membentuk tudung khas saat merasa terancam. Biasanya, ular kobra ini lebih suka melarikan diri, tetapi jika terancam mereka akan mengangkat tubuhnya, melebarkan tudung dan mendesis dengan keras, dan pada akhirnya akan menyerang dan menggigit untuk mempertahankan diri.


Racun mereka yang sangat beracun dianggap sebagai salah satu bisa ular yang bekerja paling cepat di dunia dan dapat menyebabkan kematian hanya dalam satu jam setelah envenomation. Berlawanan dengan ular kobra bermata Kobra India (N. naja) yang dapat menggigit pada serangan pertama sehingga membuatnya semakin berbahaya.


Gigitan mereka menyebabkan pembengkakan lokal di area gigitan tetapi juga kelumpuhan progresif sistem saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan pernapasan dan kematian akibat asfiksia. Gigitan kobra bermata juga dapat menyebabkan nekrosis jaringan yang memerlukan intervensi bedah.


Baca Juga: Anak Kucing Digigit Ular Kobra Monokel Sampat Mati, Induknya Sedih dan Memeluknya


Mereka memiliki sepasang taring anterior tetap, yang bisa mencapai lebih dari 6mm, dan agak disesuaikan untuk meludah.

LihatTutupKomentar