Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bisnis Model Canvas Adalah Kenali, Pahami dan Hasilkan Keuntungan

BMC atau Bisnis Model Canvas adalah bagian dari strategi bisnis yang kini banyak dikembangkan dan diterapkan oleh perusahaan di seluruh dunia.

Contoh bisnis model canvas
Contoh bisnis model canvas.

Cara sederhana memahami bisnis model canvas adalah bagaimana kita membuat strategi awal dalam berbisnis. Mulai dari produksi, distribusi hingga produk sampai ke konsumen semua dijelaskan dalam sebuah diagram.

Awalnya, bisnis model canvas ini diperkenalkan oleh Alexander Ostelwarder yang kemudian dikembangkannya. Dan semuanya akan terlihat jelas, bagaimana sembilan faktor bisnis menunjang model bisnis ini.

Baca Juga: Cara Lengkap Mendapatkan Uang dari YouTube

9 Faktor dalam Bisnis Model Canvas​

Sebelum memulai membuat sebuah perusahaan, memasarkan produk kita harus membuat strategi dan salah satunya dengan model bisnis canvas.

Dikutip ikutrame.com dari treelight, ada 9 faktor yang mendukung bisnis model canvas sehingga Anda harus mempersiapkannya secara matang. Dan dengan mengenali, memahami kita bisa mendapatkan keuntungan maksimal.

1. Segmen Konsumen

Pertama kita harus mengenali siapa yang akan kita jadikan target konsumen, sehingga kita bisa dengan benar memproduksi dan mendistribusikannya.

Hal yang harus diperhatikan dalam mencari konsumen adalah dengan mendefinisikannya siapa mereka. Ada beberapa kategori sebagai salah satu rujukan melihat konsumen. Berikut di antaranya:

  • Mass Market : Segmentasi konsumen dengan pasar luas dan jenis kebutuhan serta masalah yang sama.
  • Niche Market : Segmentasu konsumen dengan pasar yang spesifik.
  • Segmented: Segmenentasi pasar yang memiliki kebutuhan berbeda, namun tetap dalam satu kategori.
  • Diversified : Segmentasi pasar yang memiliki kebutuhan atau masalah yang sangat berbeda.
  • Multi-sided Platform : melayani 2 atau lebih pasar segmen pasar yang saling tergantung.

2. Value Proposition ​

Berikutnya dalam bisnis model canvas adalah Value Proposition. Ini merupakan nilai yang akan kita tawarkan kepada konsumen akhir.

Apa kelebihan dan keunggulan yang dimiliki produk kita, jika dibandingkan dengan pesaing. Nah, kita harus menuliskannya di value proposition. Ada beberapa kategori value proposition, berikut di antaranya:

  • Newness : produk atau jasa yang baru yang belum pernah ada sebelumnya, dan biasanya sering ditemukan di dunia digital.
  • Performance : produk atau jasa yang ditawarkan meningkatkan kinerja konsumen agar menjadi lebih efisien atau lebih efektif.
  • Customization : produk atau jasa yang ditawarkan berbeda atau memiliki beberapa pilihan, yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
  • Getting the Job Done : dengan membeli produk atau jasa tersebut, maka akan membantu konsumen dengan masalahnya.
  • Desain (Design) : menawarkan nilai artistik lebih dari sekedar fungsional.
  • Status (Brand) : merk yang high class memberi social status kepada pembelinya.
  • Harga (Price) : menawarkan harga yang bersaing atau sesuai dengan ciri customer segmennya.
  • Hemat (Cost reduction) : produk atau jasa yang ditawarkan membantu konsumen mengefisienkan biaya pakai.
  • Meminimasi Resiko (Risk reduction) : menawarkan produk atau jasa yang meminimalkan risiko yang ditanggung konsumen, contohnya garansi.
  • Akses (Accessibility) : mempermudah akses customer terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.
  • Kenyamanan (Convenience/usability) : menawarkan produk atau jasa yang nyaman dan cenderung mempermudah customer.

Baca Juga: Peluang Usaha Budidaya Nanas Medusa

3. Channels​

Channels adalah cara yang bisa kita lakukan untuk menjangkau konsumen. Tidak hanya distribusi, tapi juga semua aspek di dalam bisnis yang berhubungan dengan konsumen. Ada beberapa kategori Channels, berikut di antaranya:

  • Direct : sales force, web sales, own stores.
  • Indirect : partner stores, wholesaler.
  • Awareness : tahap awal menginformasikan produk atau jasa ke konsumen.
  • Evaluation : cara membantu konsumen mengevaluasi value proposition yang ditawarkan.
  • Purchase : cara-cara konsumen dalam melakukan pembelian.
  • Delivery : cara menyampaikan value proposition (produk atau jasa) kepada konsumen.
  • After Sales : bantuan kepada konsumen setelah terjadi transaksi atau pembelian.

4. Customer Relationship​

Customer relationship adalah cara yang bisa kita lakukan dalam berinteraksi dengan konsumen.  Ada beberapa kategori di dalam customer relationship, berikut di antaranya:

  • Transactional : beli putus saat itu juga.
  • Long-term : hubungan jangka panjang antara Anda dengan konsumen.
  • Personal Assistance : Ada sales-representatif yang akan melayani konsumen.
  • Self Service : konsumen melayani dirinya sendiri, layaknya di bisnis retail.
  • Automated Service : konsumen tidak perlu ke toko, biasanya di bisnis SaaS.
  • Community : menciptakan komunitas atau wadah untuk konsumen.
  • Co-Creation : mengajak konsumen dalam menciptakan sesuatu dalam bisnis.

5. Revenue Stream​

Revenue stream dalam bisnis model canvas atau bmc adalah berbagai cara untuk menghasilkan keuntungan atau uang dari value proposition. Ada beberapa kategori, di antaranya:

  • Asset Sale : penjualan produk secara fisik.
  • Usage Fee : konsumen membayar sesuai lamanya menggunakan produk atau jasa.
  • Subscription Fees : biaya berlangganan.
  • Lending/renting/leasing : biaya peminjaman, pemakaian atau penggunaan sementara.
  • Licensing : biaya ijin pakai jasa atau produk.

6. Key Resource​

Key resources adalah modal yang akan kita keluarkan untuk menunjang bisnis yang akan dijalankan. Ada beberapa kategori dalam key resources di antaranya:

  • Physical asset : pabrik, bangunan atau gedung, kendaraan, dan mesin.
  • Intellectual : merek, hak paten, copyright, data konsumen dan database partnership, dan informasi rahasia perusahaan
  • Human : tenaga kerja atau pekerja
  • Financial : sumber daya keuangan perusahaan cash, credit, obligasi, saham dan lainnya.

7. Key Activities​

Untuk menjalankan bisnis model canvas kita harus mengisi key activities, tujuannya untuk menghasilkan value proposition yang ditawarkan. Ada beberapa kategori dalam key activities, berikut di antaranya:

  • Production : aktivitas desain, produksi, dan mengirimkan produk.
  • Problem Solving : aktivitas operasi yang biasanya muncul pada perusahaan konsultan, rumah sakit, organisasi penyedia jasa.
  • Platform Network : menjadi tempat atau wadah bertemunya dua atau lebih segmen pasar, dan akan saling berinteraksi/transaksi atau membangun jaringan.

8. Key Partners​

Ini adalah jaringan yang akan Anda ajak kerjasama dengan tujuan sebagai berikut:

  • Optimization and Economy : motivasi untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya dan aktivitas, hal ini dikarenakan minimnya sumber daya perusahaan.
  • Reduction of Risk and Uncertainty : mengurangi risiko dan ketidakpastian dalam lingkungan persaingan.
  • Acquisition of particular resources and activities : mengakuisisi perusahaan lain untuk meningkatkan kemampuan kinerja perusahaan.

Ada beberapa kategori dalam key partners, berikut di antaranya:

  • Strategic Alliance between non-competitors : kerjasama dengan perusahaan berbeda produk atau jasa.
  • Coopetition : bekerjasama dengan pesaing kita.
  • Joint ventures to develop new business : bekerjasama untuk membuat bisnis baru.
  • Buyer supplier relationship : hubungan hanya sebagai pembeli dan penjual, biasanya terjadi pada motif optimization and economy of scale.

9. Cost Structure​

Ini adalah rincian biaya-biaya yang paling besar yang kemungkinan akan dikeluarkan, saat perusahaan akan memproduksi barang atau jasa. Ada beberapa kategori dalam cost structure, berikut di antaranya:

  • Cost-driven : sensitif terhadap harga bahan baku.
  • Value-driven : perusahaan tidak terlalu memikirkan harga produksi atau bahan baku, misalnya dalam seni, status atau gaya hidup.
  • Fixed cost : biaya-biaya pasti selalu ada, meskipun produksi naik atau turun.
  • Variable cost : biaya-biaya yang bervariasi, yang disesuaikan dengan jumlah barang yang diproduksi

Baca Juga: Sepeda Motor Yamaha N-Max Canopy

Itulah pengertian dari Business Model Canvas atau Bisnis Model Canvas disingkat BMC. Semoga ada manfaatnya untuk And samua yang akan menjalankan bisnis baru.