-->

Tinggalkan Jabatan Manajer, Alasan Wanita Ini Rawat Ayahnya Bikin Haru

Kisah seorang anak wanita yang penuh kasih kepada ayahnya, telah menyentuh hati jutaan orang. Bagaimana tidak, ia telah merawat ayahnya yang hanya bisa terbaring di tempat tidur dengan sepenuh hati, selama 15 tahun.

Li Qin, wanita yang berdediksasi merawat ayahnya yang lumpuh.
Li Qin, wanita yang berdediksasi merawat ayahnya yang lumpuh.

Padahal saat itu, ia memiliki jabatan penting di perusahaan di mana ia bekerja, yaitu sebagai manajer. Di mana saat banyak orang lebih baik memperkerjakan perawat atau orang lain, wanita ini justru merawat dengan tangannya sendiri.

Mulai dari menyeka badannya, memberikannya makan hingga mengajak ayahnya jalan-jalan ia lakukan sendiri. Kisahnya pun kini menjadi inspirasi banyak orang di dunia. Bagaimana awal mula ayahnya sakit dan seperti apa kisahnya?


Li Qin Berdedikasi Merawat Ayahnya

Wanita yang berasal dari Tiongkok ini berhenti dari pekerjaannya sebagai manajer, sebuah perusahaan. Ia lebih baik menjadi pengasuh tunggal bagi orang tuanya yang sakit, yang berada dalam keadaan vegetatif atau terbaring.

Li Qin hanya tidur rata-rata hanya tiga jam semalam, untuk merawat ayahnya tersebut. Karena ia tahu, ayahnya perlu membalikkan tubuh, menyeka hingga membuang kotoran.

Meskipun kehidupan telah menjadi tantangan bagi Li, ia menganggap dirinya beruntung, karena waktu yang ia habiskan bersama ayahnya.

Dikutip Ikutrame dari Daily Mail, ia mengatakan kepada media lokal: "Saya bisa mengatakan bahwa saya merasa paling bahagia selama 15 tahun yang saya habiskan bersama ayah saya."

"Aku selalu merasa beruntung memiliki ayah. Bukannya dia tidak bisa hidup tanpaku, tapi justru sebaliknya," tambahnya.

Panggilan Sayang Ayah

Dia mengatakan keinginan terbesarnya adalah mendengar ayahnya memanggil nama panggilannya, Ya Ya, sekali lagi.

Li dan ayahnya tinggal di Kabupaten Bo'ai, kota Jiaozuo di Provinsi Henan, Tiongkok tengah.

Dikatakan bahwa ayahnya terserang penyakit vegetatif karena stroke. Dia tidak dapat menggerakkan tubuhnya atau berbicara. Dan hanya dapat berkomunikasi dengan orang lain, dengan mengedipkan matanya atau merengek.

Li, yang berusia akhir 30-an, dulunya adalah manajer sebuah perusahaan. Tetapi setelah ibunya meninggal, dia berhenti dari pekerjaannya untuk menjaga ayahnya yang lumpuh.

Dia membawanya berkeliling, menyeka tubuh ayahnya, memberinya makan dan membersihkan sampahnya beberapa kali sehari tanpa keluhan.

Untuk memberikan perawatan terbaik kepada ayahnya, dia tidur di kamar yang sama dengan ayahnya selama bertahun-tahun. Dan bangun setiap dua jam sekali, untuk memeriksanya.

Kisah mengharukannya muncul di beberapa media Cina, termasuk The Paper, BTV dan Pear Video.

Belum Menikah demi Merawat Ayahnya

Li, yang masih belum menikah, menganggap senang merawat ayahnya.

Dia berkata: "Selama ayahku masih hidup, aku masih anak-anak. Karena itu saya beruntung."

"Meskipun ayahku tidak berbicara sepatah kata pun denganku selama bertahun-tahun, aku dapat memahami setiap ekspresi di matanya," lanjut Li.

Pada 2015, Li mulai membangun kebun untuk ayahnya karena dia menyukai bunga dan tanaman sebelum jatuh sakit.

"Saya tidak punya uang pada waktu itu, jadi saya menggunakan bahan daur ulang dan menghabiskan sekitar dua tahun membangun kebun untuk ayah saya. Kebun kami disebut Taman Ya Ya (setelah nama panggilannya)," tegas Li.

Li percaya, ayahnya mengerti dia dengan baik meskipun tidak bisa berbicara. Dia juga berterima kasih kepada ayahnya karena mengajarinya menjadi orang yang kuat dan ulet.


"Harapan saya adalah suatu hari dia bisa memanggil saya "Ya Ya" lagi," tutupnya.


LihatTutupKomentar