Diterjang Hujan Es Mirip Virus Corona, Penduduk Kota Ini 'Ditegur' Tuhan

Virus corona masih menjadi halangan bagi banyak orang untuk beraktivitas secara normal. Bahkan ada yang menyebutkan, jika kehidupan sebelum adanya virus ini tidak akan kembali lagi. Sebagai gantinya, akan ada kehidupan normal baru yang cukup berbeda.

Hujan es bentuknya mirip virus corona
Hujan es bentuknya mirip virus corona.

Aturan social distancing, penggunaan masker, hingga menjaga kekebalan tubuh harus menjadi perhatian di kehidupan baru nanti. Para ahli juga masih belum menemukan vaksin dan obat, untuk mengobati penyakit yang telah merenggut lebih dari 300.000 jiwa di seluruh dunia.

Bahkan, penduduk suatu kota percaya jika mereka diberi 'peringatan' keras setelah hujan es turun. Pasalnya, hujan es tersebut sangat berbeda dari yang pernah ada sebelumnya. Di mana bentuknya mirip sekali dengan virus corona. Benarkah demikian?

Badai virus corona


Dikutip Ikutrame dari Express.co.uk, penduduk di Montemorelos, Meksiko percaya mereka diberikan peringatan keras  oleh Tuhan. Mereka mengatakan, jika hujan es berbentuk virus corona ini adalah "pesan dari Tuhan untuk tinggal di rumah".

Dalam sebuah video menunjukkan, hujan batu es besar di kota Meksiko utara. Penduduk setempat menyebut mereka "luar biasa". Hujan es yang biasanya bentuknya bulat, kini berbeda sama sekali.

Seorang pengguna media sosial bernama Darlene mengatakan: "Kemarin badai virus corona, Tuhan mengirimkannya ke rumah kami untuk mengingatkan kami agar tetap tinggal di tempat".


Penjelasan hujan es mirip virus corona


Organisasi Meteorologi Dunia, Jose Miguel Vinas, mengatakan hujan es itu biasa terjadi dalam badai besar.

Dia mengatakan kepada media di Meksiko: "Di dalam badai, batu es akan mulai sebagai bentuk bola kecil dan menumpuk lapisan es di atasnya."

"Selama badai yang sangat kuat, es besar dan saling menabrak, banyak dari mereka bersatu atau saling menghancurkan dan menumbuk satu sama lain, membentuk paku es," tambahnya.

Orang yang terinfeksi dan meninggal dunia di Meksiko


Sementara itu, lebih dari 5.000 orang telah meninggal akibat COVID-19 di Meksiko. Dan tercatat ada lebih dari 50.000 kasus sampai saat ini.

Pakar cuaca memperkirakan bahwa, akan ada sejumlah badai yang lebih tinggi intensitasnya daripada rata-rata selama musim badai 2020.


Ini karena Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik terlihat lebih aktif.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel