Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wanita Ketakutan, Bangun Terbungkus Kantong Mayat dan Siap Dimakamkan

Saat ini setiap mayat yang meninggal akibat virus corona akan dimasukkan ke dalam kantong mayat, sebelum dimakamkan. Tujuannya agar tidak menularkan virus ke orang lain saat dimakamkan. Meskipun kenyataannya masih banyak yang menolak jasad pasien virus corona.


Bukan hanya yang meninggal karena virus corona saja, mereka yang meninggal dunia di rumah dan di luar, kerap dimasukkan ke dalam kantong mayat. Tetapi ada kejadian yang cukup mengejutkan dan cukup menakutkan, yang menimpa seorang wanita.

Di mana wanita yang sudah dibungkus dalam kantong mayat ini dan telah siap dimakamkan, tiba-tiba bangun kembali dalam keadaan ketakutan. Bagaimana kejadiannya?

Baca Juga: Wabah mengerikan di Benua Afrika

Dikutip dari Daily Mail, seorang dokter di klinik swasta di Paraguay telah memberi tahu keluarga wanita ini bahwa dia telah meninggal.

Gladys Rodríguez Duarte, yang merupakan pasien kanker ovarium, dilarikan ke Klinik San Fernando di kota Coronel Oviedo pada Sabtu pagi setelah tekanan darahnya meningkat.

Menurut laporan Polisi Nasional Paraguay, wanita berusia 50 tahun itu dirawat di rumah sakit pada jam 9:30 pagi waktu setempat, dan diperiksa oleh Dr. Heriberto Vera.

Vera menyatakan Rodríguez Duarte dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11:20. Dan kemudian menyampaikan berita tragis tersebut kepada suaminya, Maximino Duarte Ferreira dan putrinya, Sandra Duarte.

Dokter mengkonfirmasi penyebab kematiannya sebagai kanker serviks.


Sandra Duarte mengecam Dr. Vera yang mengatakan dia meninggal dunia, sebelum berusaha menghidupkannya kembali.

"Kami percaya padanya, itu sebabnya kami pergi ke sana. Tetapi mereka memutusnya dan membawanya ke rumah duka," ucap Sandra.

Rumah sakit kemudian menyerahkan kantong mayat berisi mayat Rodríguez Duarte, kepada personel Duarte dan Sons Funeral. Tetapi kemudian mereka melihat hal yang mengejutkan.

Mereka melihat kantong mayat yang berisi Rodríguez Duarte bergerak, dan kemudian melihatnya.

Rodríguez Duarte segera dibawa ke salah satu fasilitas medis Institut Kesejahteraan Sosial Paraguay, dan ditempatkan di bawah pengawasan.

Anaknya merasa kesal dengan perlakuan sang dokter yang telah memvonisnya meninggal dunia.

Baca Juga: Penampakan di New York saat wabah virus corona

"Dia mengira dia sudah mati dan menyerahkannya seperti binatang dengan sertifikat kematiannya. Dia bahkan tidak berusaha menghidupkannya kembali," kata Sandra, menurut jaringan televisi Paraguay TV Aire.