Belum Usai Wabah yang Hancurkan 500.000 Hektar, Negara Ini Dihantam Wabah Lain

Negara Ethiopia saat ini terancam krisis pangan, di mana lebh dari 500.000 hektar pertaniannya dihantam wabah belalang. Sementara di Benua Afrika, lebih dari satu juta hektar tanaman hancur akibat belalang yang perkembang-biakannya tidak terkendali.

Wabah belalang di Benua Afrika
Wabah belalang di Benua Afrika.

Miliaran belalang sampai saat ini masih berkeliaran di Benua Afrika, dan belum ada pengendalian yang ampuh. Lahan pertanian di Ethiopia juga mengalami kelumpuhan akibat serbuan belalang. Dan menyebabkan krisis pangan jika tidak ada solusinya.

Laporan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa menemukan bahwa, kehancuran yang disebabkan oleh belalang ini telah menyebabkan jutaan warga membutuhkan bantuan makanan darurat. Namun belum usai wabah yang satu ini, Ethiopia juga akan dihantam wabah lainnya.

Baca Juga: Ratusan monyet liar kelaparanakibat wabah virus corona

Temuan-temuan dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, kawasan itu bersiap-siap untuk gelombang wabah kedua. Bahkan bisa lebih merusak.


Gelombang wabah kedua ini menyebabkan belalang bisa bertelur 20 kali lebih besar dari yang pertama. Dan ini akan menjadi yang terburuk dalam 70 tahun di beberapa negara Afrika.

Belalang-belalang padang pasir, sebagian berkerumun di Moskow, telah melewati sebagian besar Afrika Timur, termasuk Ethiopia, Somalia, Kenya, Djibouti, Eritrea, Tanzania, Sudan, Sudan Selatan, dan Uganda.

Perkembangbiakan belalang didorong oleh curah hujan besar di wilayah ini dalam empat dekade.

Gambar serangga belalang
Gambar serangga belalang.

Di Ethiopia, belalang telah menyebabkan kerugian besar dari perkebunan sorgum, gandum dan jagung. Dan sekitar 75 persen orang Ethiopia saat ini membutuhkan bantuan makanan darurat, yang tinggal di wilayah Somalia dan Oromia negara itu.

Perwakilan FAO Ethiopia Fatouma Seid mengatakan petani dan penggembala membutuhkan bantuan dalam bentuk input pertanian dan transfer tunai untuk keadaan darurat, yang diperburuk oleh pandemi virus corona.

"Sangat penting untuk melindungi mata pencaharian masyarakat yang terkena dampak, terutama sekarang, karena situasinya diperparah oleh krisis COVID-19," kata Seid dikutip ikutrame dari Daily Mail.

Kasus COVID-19 di Ethiopia tercatat ada 74 kasus, tetapi pengujian masih terbatas.

Pandemi virus corona sendiri juga memiliki dampak ekonomi yang melumpuhkan di banyak negara, banyak orang di phk, menghilangkan sistem perdagangan dan menekan jalur pasokan melalui pembatasan sosial.

Baca Juga: Wabah virus corona sebabkan rubah makan bangkai

Sementara itu situasi wabah belalang kemungkinan akan semakin buruk.

Beberapa negara di Afrika bahkan menganggap jika wabah belalang lebih menakutkan dibandingkan dengan pandemi virus corona, yang sejauh ini menyebar lebih cepat daripada di Asia atau Barat.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel