Tiga Jurnalis Hilang di Wuhan Saat Beberkan Fakta Sebenarnya

Menurut data resmi yang dikeluarkan di Gisandata, terdapat 83 ribu pasien virus corona di China. Dan menurut data, sekitar 3.222 orang meningga dunia di China akibat keganasan virus corona, di mana virus ini berawal.

Jurnalis yang menghilang di Wuhan
Jurnalis yang menghilang di Wuhan.
Namun, beberapa waktu belakangan ada data yang mengejutkan. Ternyata ada lebih dari 42.000 orang meninggal dunia yang berdasarkan penuturan warga di Wuhan saja, di mana virus itu berasal. Apalagi mereka mendapatkan 'uang diam' dari pemerintah.

Bahkan beberap hari belakangan terdapat berita tidak menyenangkan, di mana tiga jurnalis yang ingin mencoba memberikan fakta sebenarnya pandei di China menghilang. Bahkan sampai saat ini, keberadaan mereka masih tidak jelas.

Dikutip Ikutrame dari Daily Mail, keberadaan Chen Qiushi, Fang Bing dan Li Zehua telah menjadi misteri sejak Februari lalu. Dan para pejabat di China belum ada yang berkomentar tentang keberadaan mereka.

Tiga jurnalis warga telah berusaha untuk mengungkapkan skala sebenarnya dari wabah ini, pernah mengunggah video ke YouTube dan Twitter. Di mana kedua platform ini dilarang di China.


Semua berita yang mereka ungkap memperlihatkan sisi suram dari Wuhan, yang tidak dipublikasikan oleh media yang dikelola pemerintah.

Chen bahkan belum terdengar sejak 6 Februari lalu. Dia tiba di Wuhan tepat sebelum kota itu dilockdown, dengan harapan memberikan kebenaran epidemi kepada dunia, seperti yang dia katakan sendiri.

Laporannya merinci, di mana terdapat rekaman mengerikan termasuk seorang wanita yang dengan panik menelepon keluarga di telepon. Padahal ia ketika itu duduk di samping jasad keluarganya di kursi roda. Dan situasi pasien yang tak berdaya di rumah sakit-rumah sakit, yang terlalu padat.

Fang Bin, seorang warga Wuhan, hilang pada 9 Februari setelah merilis serangkaian video, termasuk satu yang memperlihatkan tumpukan mayat yang dimuat ke dalam bus.

Video terakhirnya menunjukkan, petugas yang mengenakan pakaian hazmat mengetuk pintunya untuk mengukur suhu tubuhnya.

Fang terlihat dalam video yang berusaha menangkis para petugas dengan memberi tahu mereka bahwa suhunya normal, menurut Radio Free Asia (RFA).

Sementara Li Zehua, adalah jurnalis termuda dari ketiganya. Dia terakhir diketahui masih ada pada tanggal 26 Februari.

Sebelum itu, ia telah mengunjungi serangkaian tempat sensitif di Wuhan, seperti krematorium yang mempekerjakan staf tambahan untuk membantu membawa mayat dan membakarnya, tambah RFA.

Seorang anggota kongres Amerika Serikat baru-baru ini meminta Departemen Luar Negeri, untuk mendesak China untuk menyelidiki hilangnya ketiga jurnalis itu. Dalam surat tertanggal 31 Maret, Perwakilan Republik Jim Banks meminta pemerintah AS untuk mencari tahu nasib Chen, Fang dan Li.

"Ketiga orang ini memahami risiko pribadi yang terkait dengan pelaporan independen terhadap virus corona di China, tetapi mereka tetap melakukannya," tulis Banks, menuduh bahwa pemerintah China 'memenjarakan mereka - atau lebih buruk'.


Chen, Fang, dan Li adalah di antara beberapa warga Tiongkok yang diyakini dihukum karena berbicara tentang pandemi.

Pada kasus lain, Ren Zhiqiang, seorang taipan dan anggota partai komunis terkemuka, hilang setelah menyebut Presiden Xi sebagai 'badut' atas penanganan krisis virus corona.

Baca Juga: Virus corona bikin pelet ninja populer

Ai Fen, seorang dokter di Wuhan yang pertama memberi tahu petugas medis tentang penyebaran virus corona juga menghilang. Diduga ia telah ditahan oleh pemerintah setempat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel