Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gara-gara Wabah Virus Corona, Rubah di Kebun Binatang Makan Bangkai

Penutupan tempat wisata seperti kebun binatang akibat wabah virus corona, ternyata berdampak kepada hewan-hewan yang ada di dalamnya. Di hampir kota di seluruh dunia, mereka menutup akses yang bisa menarik kerumunan orang dalam jumlah banyak.


Termasuk di antaranya adalah kebun binatang, tempat wisata, mal bahkan tempat ibadah berbagai agama. Tujuannya adalah untuk memutus mata rantai  penyebaran virus corona, yang menyebabkan penyakit COVID-19.

Namun salah satu dampaknya dirasakan oleh para binatang, yang hidup di kebun binatang. Bahkan di China, di mana wabah pertama kali muncul, beberapa hewan terlihat harus memakan bangkai hewan lainnya yang terekam dlam video berikut ini.

Baca Juga: Turis keluar mobil ambil gambar singa di Taman Safari

Hewan mati karena wabah virus corona


Dalam video tersebut terlihat, dua rubah yang lapar telah mengunyah bangkai alpaka di sebuah kebun binatang di China, setelah ditutup selama berminggu-minggu karena wabah virus corona.

Dikutip dari Daily Maol, ratusan hewan di sana telah mati kelaparan. Setelah dibiarkan tanpa pengawasan, selama penutupan yang panjang dilakukan.

Staf kebun binatang mengatakan bahwa, pemiliknya telah berjuang untuk merawat hewan-hewan tersebut. Tapi karena kurangnya tenaga, setelah menutup bisnis selama lebih dari dua bulan, bisnis pun merugi.

Rekaman terbaru menunjukkan, rubah Arktik melahap alpaka mati di dalam kandang yang kotor di kebun binatang indoor di Changsha, Provinsi Hunan di China tengah.

Lebih dari 200 hewan - termasuk kelinci, tupai, dan babi guinea - dilaporkan terperangkap di 'Taman Bertema Pesta Binatang'.

Keterangan pegawai kebun binatang


Anggota staf mengatakan, beberapa dari mereka mati karena kelaparan selama lockdown. Dan bangkai mereka ditinggalkan di kebun binatang yang tertutup.

"Salah satu alpaca benar-benar mati kelaparan karena tidak ada cukup makanan yang disimpan untuk mereka," kata seorang mantan penjaga kebun binatang kepada Pear Video. "Hewan-hewan mulai saling memakan."

Pegawai anonim itu mengatakan, rekan-rekannya harus menggunakan uang mereka sendiri untuk memberi makan hewan-hewan yang kekurangan gizi.

"Banyak, banyak dari mereka mati. Beberapa bahkan mati sebelum virus corona menyebar luas," tambahnya.

Kebun binatang berjuang dengan bisnisnya, sejak pertama kali dibuka pada Desember tahun lalu, kata seorang pekerja, yang dikenal dengan nama alias Li Ping.

Dia mengatakan kesulitan keuangan meningkat, setelah taman bertema tersebut ditutup karena lockdown.

Penjelasan manajer kebun binatang


Manajer kebun binatang, yang dikenal dengan nama keluarganya Wu, mengklaim bahwa hewan-hewan mati karena 'mereka tidak terbiasa dengan cuaca setempat.'

Dia membantah kurangnya makanan untuk hewan, dan mengatakan kepada pers bahwa sebagian besar dari hewan-hewan dipindahkan ke peternakan hewan lokal, pada awal Februari.

Baca Juga: Salah buka pintu, bocah 2 tahun diterkam macan tutul

Wu mengatakan bahwa, manajemen membersihkan bangkai dan menyelamatkan hewan yang hidup yang masih terperangkap di kebun binatang.