Virus Corona Mampu Bertahan di Masker Bedah Hingga 7 Hari

COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona semakin menyebar di seluruh dunia, bahkan kematiannya semakin tinggi. Di beberapa negara Eropa dan Amerika, kasusnya bahkan melebihi China yang merupakan negara asal penyebarannya.

masker bedah
Masker bedah. Gambar: Pixabay.com

Banyak orang yang masih tidak peduli, bahkan masih menjalankan aktivitas di luar ruangan, meskipun risiko terpapar semakin tinggi. Mereka hanya mengandalkan alat perlindungan yang sederhana, seperti masker operasi untuk beraktivitas.

Tapi ternyata, masker berwarna hijau yang sering dipakai untuk menangkap virus corona tidak selalu aman. Peneliti mengklaim, jika masker tersebut ternyata bisa menyimpan virus corona selama 7 hari lamanya. Bagaimana bisa?

Dikutip dari Daily Mail, virus corona dalam masker operasi atau masker wajah, bisa bertahan hidup hingga tujuh hari.

Penelitian tentang virus corona


Virus ini sedang dipelajari para ahli, untuk memahami berapa lama ia tetap menular pada berbagai permukaan dan dalam kondisi tertentu.

Baca Juga: Pemerintah kecolongan pasien virus corona pertama

Penelitian dari Hong Kong menemukan 'tingkat yang signifikan dari virus menular masih dapat dideteksi pada lapisan luar dari masker bedah' setelah tujuh hari.

Tetapi para peneliti dari Amerika Serikat melaporkan, tidak ada poensi yang dapat diukur setelah 24 jam di atas kertas karton, yang menunjukkan penggunaan layanan pos relatif bebas risiko.

Kertas cetak - termasuk surat kabar - membunuh virus dalam tiga jam. Dan para ahli mengumumkan, kemungkinan infeksi dari barang yang dikirim sangat rendah.

Barang kiriman aman dari paparan virus corona


Pengumuman yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa, orang tidak mungkin terpapar virus corona dari barang-barang komersial yang dikirim melalui pos.

Sebuah pernyataan dari WHO berbunyi: "Kemungkinan orang yang terinfeksi mengkontaminasi barang komersial rendah. Dan risiko tertular virus yang menyebabkan COVID-19 dari paket yang telah dipindahkan, bepergian, dan terpapar pada kondisi dan suhu yang berbeda juga rendah."

Tetapi temuan awal dari Alex Chin dan rekan-rekannya di University of Hong Kong menemukan, virus itu bisa bertahan untuk jangka waktu yang lama pada suhu 4 derjat Celcius.

Dan pada suhu kamar dapat bertahan selama tujuh hari, tetapi akan hilang setelah 14 hari.

Sebelumnya, ahli virus George Lomonossoff mengatakan kepada BBC Radio Skotlandia bahwa, surat kabar berisiko rendah karena 'sangat steril' dalam proses pencetakan dan produksi.

Virus corona bertahan di lapisan luar masker bedah


Namun yang mengejutkan, virus ini masih dapat dideteksi pada lapisan luar masker bedah pada hari ke-7. Dan menunjukkan SARS-CoV-2 sangat stabil di permukaan ini.

Tetapi kabar baiknya, para ilmuwan menemukan bahwa ketika disemprot disinfektan, semua permukaan bebas dari virus dalam waktu lima menit.

Makalah lain yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal bergengsi New England Journal of Medicine, membandingkan virus penyebab COVID-19 dengan SARS, yang menewaskan 774 orang hampir 20 tahun yang lalu.

Baca Juga: Natasha Ott, meninggal dunia di lantai dapur akibat COVID-19

Para peneliti menulis: "SARS-CoV-2 lebih stabil pada plastik dan stainless steel daripada pada tembaga dan kardus, dan virus terdeteksi hingga 72 jam setelah terpapar di permukaan ini."

"Pada tembaga, tidak ada SARS-CoV-2 yang terdeteksi setelah 4 jam dan pada karton, tidak ada SARS-CoV-2 yang dapat diukur setelah 24 jam," tambah mereka.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel