Thermal Scanner di Istana 'Odong-odong'? Menhub Budi Karya Masuk Tidak Terdeteksi

Breaking News kemarin sore tentang confirmed case nomor 76 mengagetkan kita semua. Fakta bahwa Menhub Budi Karya Sumadi positif terinfeksi virus Corona membuktikan bahwa lingkaran istana tak kebal wabah (kompas.com, 14/3/2020).

Luhut dipindai thermal scanner
Luhut dipindai thermal scanner.

Sebelumnya kita mendengar pejabat tinggi terinfeksi itu di luar negeri, antara lain di Iran dan Kanada. Tetapi saat ini kita sendiri mengalami.

Ketika Presiden Jokowi mengumumkan dua kasus pertama 2 Maret 2020, besoknya istana dipagari thermal scanner. Semua akses masuk dipasang alat, dan tak satu pun boleh lewat kecuali telah dipindai suhu tubuhnya terlebih dulu. Dan harus normal. Yang menunjukkan gejala demam tidak boleh masuk.

Baca juga: Presiden Jokowi, jangan sombong

Lalu dengan kasus 76 itu masih perlukah thermal scanner dipasang?


Tetap perlu! Termasuk di bandara-bandara yang isunya kadang tidak diawasi petugas. Begitu longgar. Presiden sendiri sudah mengatakan bahwa alat itu tidak 100% akurat. Apalagi jika tidak dipantau.

Dalam Pedoman Kesiapsiagaan COVID-19 yang ditetapkan kemenkes 17 Februari 2020 (versi revisi) disebutkan bahwa untuk kelompok orang dengan kategori kontak erat (pernah berinteraksi dengan pasien positif Corona, ada 3  tindakan yang harus dilakukan: 1. Observasi;2. Pemeriksaan spesimen (tes Corona);3. Pemantauan selama 2 minggu.

Jika dalam 2 minggu tersebut muncul gejala yaitu demam, batuk/ flu, atau sesak napas; maka yang bersangkutan perlu dicek ke rumah sakit rujukan untuk diperiksa lebih lanjut.

Kesimpulannya, justru thermal scanner semakin penting perannya untuk menangkap tanda-tanda jika ada pengunjung yang memperlihatan gejala demam di istana.

Memang ada perbedaan antara alat pemindai di bandara dengan yang ada di istana.


Di bandara petugas memantau suhu kelompok orang lewat monitor, sedangkan di istana suhu pengunjung diperiksa orang per orang. Lebih akurat dari segi ketidakmungkinan lolos pemeriksaannya.

Baca juga: Pemerintah kecolongan pasien virus corona

Pemindai panas tubuh itu hanya untuk mengukur suhu, tetapi tidak bisa memindai keberadaan virus. Apalagi sampai menghitung jumlah dan jenisnya. Tidak bisa.

Sumber: Kompasisna

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel