Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seorang Pria Positif Virus Corona di Arab Saudi Terancam Hukuman Mati

Paparan virus corona bisa terjadi pada siapa saja, tidak mengenal umur dan tempat. Mereka sangat mudah sekali menyebar dari satu orang ke orang lain, dan bisa menyebabkan kematian yang sangat tinggi.

Ilustrasi pria Arab Saudi
Ilustrasi pria Arab Saudi. Gambar: Pixabay.com
Isolasi diri adalah cara yang terbaik, untuk mengindari paparan terhadap orang lain. Atau kita tidak akan tertular virus tersebut, atau paparan sangat rendah. Tetapi, di beberapa negara ada aturan tertentu yang berlaku bagi orang yang terpapar virus.

Lockdown di Saudi Arabia


Di Saudi Arabia yang telah melakukan lockdown sejak beberapa waktu yang lalu bahkan cukup ekstrem. Di mana seorang pria yang membawa virus corona dan masih melakukan aktivitas normal, bisa terkena hukuman mati. Kenapa?

Baca Juga: Ada hutan lebat di gurun pasir arab saudi, tanda kiamat?

Dikutip dari Daily Mail, seorang pria yang ditangkap, ksetelah diketahui positif COVID-19. Ia juga terlihat dalam rekaman meludahi troli dan pintu di pusat perbelanjaan Saudi Arabia. Dan terancam hukuman mati.

Insiden itu terjadi di pusat perbelanjaan di provinsi Hail, Saudi Arabia utara. Dan tersangka yang tidak disebutkan namanya, kemudian ditangkap setelah ditemukan.

Sementara dalam tahanan, pria itu diidentifikasi sebagai warga negara asing. Meskipun kewarganegaraannya tidak diungkapkan, dan dinyatakan positif COVID-19.

Motif pria sebarkan virus corona


Masih belum jelas mengapa pria itu, yang tinggal di kota Baljurashi di wilayah barat daya Al Bahah, melakukan tindakan tersebut dan jika ia mengetahui diagnosa pada saat itu.

Setelah dites positif terkena virus corona, otoritas Saudi meminta semua orang yang mengunjungi toko, segera menjalani tes COVID-19.

Sementara itu, mereka masih memindai rekaman CCTV untuk mengidentifikasi, apakah tersangka mungkin telah menginfeksi daerah lain.

Pejabat Saudi menyarankan bahwa, tersangka dapat menghadapi hukuman mati sebagai hukuman karena 'dia jelas menyadari demam dan batuk yang dia alami saat itu dan tindakannya hanya bertujuan membunuh orang lain'.

Pada 27 Maret, Saudi Arabia telah melaporkan 1.012 kasus COVID-19 dan tiga kematian.

Baca Juga: Saudi Arabia benar-benar stop umrah untuk warganya sendiri

Negara tersebut telah mengambil banyak langkah untuk mengatasi wabah tersebut, termasuk menghentikan penerbangan internasional serta menangguhkan umroh dan haji sepanjang tahun. Serta menutup masjid, sekolah, mal dan restoran.