Nataha Ott Menunggu Hasil Tes COVID-19 Ditemukan Meninggal Dunia di Lantai Dapur

Berdasarkan data Worldometer, kasus Covid-19 di seluruh dunia ada 323.365. Sementara mereka yang telah meninggal dunia ada di angka 13.745, dan kemungkinan akan terus meningkat seiring dengan masifnya penyebaran virus corona.


Korban meninggal dunia akibat Covid-19 bukan hanya mereka yang sudah berusia tua. Wanita dan pria muda pun, banyak yang telah menjadi korban penyakit yang berasal dari Wuhan, China ini. Salah satunya adalah wanita berumur 39 tahun ini.

Wanita yang merupakan pekerja sosial, berusia 39 tahun, saat itu dalam kondisi sehat. Namun mirisnya, ia ditemukan meninggal dunia oleh pacarnya ketika menunggu hasil tes Covid-19.


Setelah awalnya ia menolak untuk melakukan tes. Bagaimana kronologinya?

Baca Juga: Presiden Jokowi jangan sombong

Dikutip dari Daily Mail, Natasha Ott, meninggal di dalam rumahnya di New Orleans, pada Jumat, lima hari setelah melakukan Tes Covid-19.

Natasha Ott yang berasal dari New Orleans, ditemukan meninggal dunia setelah tergeletak di lantai dapurnya oleh pacarnya, Josh Anderson. Padahal, ketika itu dia masih menunggu hasil tes Covid-19-nya.

Anderson membagikan kisah memilukan itu di sebuah posting Facebook pada hari Sabtu, yang menuliskan: "Waktu untuk bercanda tentang Covid-19 sudah berakhir. Sekarang adalah waktu untuk menjaga diri Anda, orang-orang yang Anda cintai, dan semua orang agar aman."

Anderson menjelaskan bahwa Ott pertama kali datang dengan gejala flu pada hari Selasa, 10 Maret.

Ott yang bekerja di Peace Corps, mengatakan kepada rekannya dalam sebuah pesan teks bahwa rasanya "seperti flu pernapasan" dan dia merasakan "demam kecil".

Ott juga melakukan tes Covid-19 melalui tempat kerjanya, di mana ia bekerja sebagai konselor untuk pasien HIV positif.

Baca Juga: Ratusan monyet liar kelaparan dan menjarah akibat Covid-19

Namun, karena dia masih muda dan gemuk, Ott percaya dia berisiko rendah. Dan menolak menggunakan lima alat tes yang tersedia. Dia malah pergi ke dokter setempat untuk melakukan tes flu, yang kembali negatif beberapa hari kemudian.

Ott mengirim sms ke pacarnya pada hari Jumat, 13 Maret dan menulis: "Hei, mereka tidak berpikir aku perlu dites kecuali aku terserang demam. Semua terlihat baik-baik saja."

Namun, selama akhir pekan tubuh Ott terasa lelah dan demam. Ia mengirim sms ke Anderson pada hari Sabtu malam, yang berbunyi: "Hei, aku masih tidak merasa begitu demam. Saya mungkin akan melakukan uji di tempat kerja besok. Saya mungkin baik-baik saja. Saya hanya mencoba minum wiski. Saya baik. Aku cinta kamu."

Ott kemudian mengikuti tes Covid-19 pada hari Senin, 16 Maret. Dan ia diberi tahu bahwa hasil tes bisa memakan waktu beberapa hari.

Dua hari kemudian, masih menunggu hasil tesnya, Ott mengirim sms kepada Anderson: "Saya tidak ingin sakit lagi" dan "Saya hanya tidak mengerti mengapa saya belum merasa jauh lebih baik."

Pada hari Kamis, 18 Maret, Ott mengatakan dia merasa lebih baik, dan menyuruh Anderson datang ke rumahnya untuk mengajak anjingnya jalan-jalan.

Sepanjang Jumat, 20 Maret, Anderson terus mengirim pesan teks ke Ott, tetapi tidak ada balasan.

Anderson menjelaskan di Facebook: "Saya menelepon dua kali, tanpa jawaban." Bahkan ia sempat menulis pesan: "Jika saya tidak mendengar kabar dalam waktu satu jam, saya akan datang untuk memeriksa kamu."

Tidak mendapatkan balasan, Anderson pergi ke rumah Ott pada Jumat malam. Dia memasuki rumah, dan menemukannya sudah tergeletak di lantai dapur.

"Melihat seorang wanita yang kukenal begitu penuh dengan kasih sayang, berbaring di lantai, tak bernyawa, itu menghancurkan. Saya takut menyentuhnya. Saya memeluknya," tulisnya secara emosional di Facebook.

Sementara itu, hasil tes Covid-19 Ott masih tertunda. Dan diperkirakan tidak akan dirilis hingga Senin ini. Sampai saat ini, di antara 508 pasien Covid-19 di Amerika yang dirawat di rumah sakit, 38 persen berusia antara 20 dan 54 tahun.

Baca Juga: Pemerintah kecolongan pasien virus corona

Dan sekitar 47 persen dari 121 pasien yang dibawa ke unit perawatan intensif berusia di bawah 65 tahun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel