Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengontrol Kadar Gula Darah Selama Wabah Virus Corona

Sangat penting untuk mengontrol gula darah selama wabah virus corona, yang menyebabkan COVID-19. Seperti kit ketahui, sampai saat ini lebih dari 720 ribu penduduk dunia terinfeksi virus corona, dan kematiannya cukup tinggi.

Cek kadar gula darah secara rutin
Cek kadar gula darah secara rutin.

Mereka yang meninggal dunia kebanyakan diakibatkan oleh komplikasi penyakit lainnya, jadi bukan hanya COVID-19 itu sendiri. Ahli Roy Taylor, MD yang merupakan seorang Profesor di Kedokteran dan Metabolisme, University of Newcastle memberikan solusinya.

Fakta-fakta yang ia berikan bisa membantu pikiran untuk mengambil pendekatan terstruktur, terhadap kondisi saat ini. Dan bahkan dapat menyelamatkan hidup Anda, terutama selama krisis COVID-19 yang sedang berlangsung. Apa saja?

Dikutip Ikutrame dari Mindbodygreen, berikut fakta-faktanya:

1. Tubuh secara inheren terhubung dengan makanan yang kita masukkan


Jika Anda menderita diabetes tipe 2, dapat dipastikan bahwa Anda telah membangun terlalu banyak lemak di dalam hanya dua organ. Yaitu di hati dan pankreas.

Taylor menemukan cara untuk membantu orang menyingkirkan lemak ini. Tetapi untuk sukses, harus dengan pendekatan sederhana dan efektif.

Baca Juga: Penyebab gula darah naik di pagi hari

Anda butuh dukungan dari keluarga dan teman, yang secar terus menerus memberikan motivasi. Terutama dalam keadaan sulit, atau saat kadar gula darah tinggi dan terjadi komplikasi atau harus perawatan.

Pastikan mereka tahu apa yang harus Anda makan dan berapa banyak. Sehingga apa yang Anda makan akan tercukupi dan tidak berlebihan.

2. Buat rencana yang baik


Anda mungkin masih ingin melanjutkan hidup di masa depan, dan memiliki keinginan apa saja yang akan dilakukan. Oleh karena itu, buatlah rencana agar bisa memotivasi Anda untuk hidup sehat.

Rutin juga menurunkan berat badan dan mengontrol kadar gula darah yang baik. Pastikan juga menjaga pola makan dan mengatur porsinya.

3. Obesitas bukan penyebab tetapi salah satu faktor yang berisiko


Kebanyakan orang berpikir, jika obesitas adalah penyebab diabetes tipe 2. Memang tidak salah, namun kurang tepat. Nyatanya, ada orang yang memiliki ukuran besar tapi tidak terkena diabetes. Menurut Taylor, obesitas kemungkinan besar akan terkena pada orang dengan BMI lebih dari 30.

Dalam sebuah penelitian, orang yang kehilangan berat badan sampai 15 kilogram pun masih bisa terkena diabetes tipe 2. Jadi pastikan BMI ada tidak mengalami kenaikan, meskipun tidak ada kenaikan berat badan.

Baca Juga: Minuman panas penurun gula darah

Pada dasarnya, menjaga berat badan dan BMI dalam keadaan normal membantu tubuh untuk melawan infeksi. Dan sangat penting juga menjaga kadar gula darah normal, agar tidak mudah tubuh diserang berbagai virus dan penyakit berbahaya lainnya.