Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Sepelekan Mata Merah, Bisa Jadi Tanda Terpapar Virus Corona

Seorang perawat yang merawat pasien dengan virus corona mengatakan, mata merah mungkin merupakan tanda bahwa seseorang terinfeksi.

Perawat yang beberkan gejala penderita COVID-19 di mata.
Dikutip dari Daily Mail, Chelsey Earnest, seorang pekerja di Life Care Center di Kirkland - pusat wabah di Washington - mengatakan kepada CNN bahwa mata adalah tanda 'paling penting' bahwa seseorang terserang COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona.

"Itu adalah sesuatu yang saya saksikan di semua [pasien]," katanya.

"Mereka punya, seperti ... mata alergi. Bagian putih mata tidak merah. Ini lebih seperti mereka memiliki bayangan mata merah di bagian luar mata mereka," tambahnya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) tidak mengatakan jika mata merah - atau masalah mata - pada daftar gejalanya.

Sementara gejala yang mereka sebutkan antara lain demam, batuk dan sesak napas. Nyeri atau tekanan yang menetap di dada dan bibir kebiruan, juga masuh ke dalam daftar tanda-tanda darurat.

Baca juga: Pemerintah kecolongan pasien virus corona

Tetapi American Academy of Ophthalmology mengirimkan peringatan pada hari Minggu lalu, tentang laporan bahwa virus dapat menyebabkan konjungtivitis. Ini adalah peradangan pada membran yang melapisi kelopak mata.

Earnest mengatakan, gejala pasien di Life Care Center sering berganti, kecuali untuk mata merah terutama saat pasien sedang sekarat.

"Kami memiliki pasien yang hanya memiliki mata merah sebagai satu-satunya gejala yang kami lihat, dan pergi ke rumah sakit dan meninggal," katanya kepada CNN.

"Aku bahkan sudah mengatakan dokter kontrol medis bencana:" Apakah mereka memiliki mata merah?" Dan saya akan berkata: "Ya."

Life Care Center, yang berlokasi di luar Seattle, telah menjadi salah satu tempat paling banyak mendapatkan kasus infeksi virus corona, sejak kasus pertama terdeteksi pada Februari.

Hingga Selasa, 24 Maret, setidaknya 129 pasien, staf, dan pengunjung terinfeksi, menurut CDC dan Life Care Center.

Setidaknya 35 orang telah meninggal, 18 di antaranya adalah pasien.

Baca juga: Vladimir Putin hentikan penyebaran virus corona

Di Amerika Serikat, ada lebih dari 54.000 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di semua negara bagian, dan teritori dan lebih dari 700 orang meninggal dunia.