Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

NASA Lacak Asteroid yang Berpotensi Hancurkan Bumi April Mendatang

Ada banyak sekali benda luar angkasa yang berpotensi menghantam bumi, salah satunya adalah asteroid. Dan badan antariksa Amerika, NASA, selalu melacak keberadaan benda-benda tersebut yang berpotensi bertabrakan dengan bumi.

Ilustrasi asteroid menabrak bumi
Ilustrasi asteroid menabrak bumi.

Tapi baru-baru ini NASA mengumumkan ada astroid yang berpotensi menabrak bumi, dan itu bisa terjadi di bulan April mendatang. Informasi itu diumumkan oleh Pusat Studi Near Earth Object (NEO) yang berada di California.

Asteroid tersebut diberi nama 52768 (1998 OR2), yang memiliki ukuran sebesar 4,1 kilometer persegi. Lalu berapa jarak orbit aseroid tersebut, berapa kecepatannya dan besar peluang untuk bertabrakan dengan bumi?

Kecepatan asteroid yang bisa menghantam bumi


Dikutip dari express.co.uk, NASA memperkirakan objek besar itu sedang menuju ke arah bumi, dengan kecepatan sekitar 8,7 km per detik atau 31,320 km per jam. Pada kecepatan ini, asteroid akan berada dekat sekali dengan Bumi pada tanggal 29 April mendatang.

Sementara menurut Planetary Society, asteroid yang lebarnya lebih dari 1 kilometer, berpeluang mengancam kehancuran global.

Peluang asteroid bertabrakan dengan bumi


Para astronom memperkirakan, benda luar angkasa seperti itu memiliki peluang satu per 50.000 menghantam Bumi dalam setiap 100 tahun.

Planetary Society mencantumkan dampaknya, yaitu mampu membuat kawah selebar 10 kilometer atau lebih. Dan ujungnya adalah kehancuran global dan kemungkinan runtuhnya peradaban.

Dr Bruce Betts dari kelompok astronom internasional mengatakan: "Asteroid kecil - beberapa meter - sering menghantam dan terbakar di atmosfer dan sedikit kerusakan."

“Chelyabinsk ukuran asteroid - sekitar 20 meter yang melanda pada 2013 - menciptakan gelombang kejut yang menghancurkan jendela dan menyebabkan cedera."

“Ukuran Tunguska - sekitar 40m yang melanda Siberia pada tahun 1908 - dapat sepenuhnya menghancurkan kota atau menciptakan tsunami."

Baca juga: Bayan Obo, tambang penghasil gadget dunia

“Asteroid yang lebih besar yang melanda rata-rata lebih jarang dapat menyebabkan kerusakan regional."

Kehancuran global akibat hantaman asteroid


Potensi kehancuran telah diuraikan dalam laporan 2018, yang diterbitkan oleh Dewan Sains dan Teknologi Nasional AS. Objek yang dekat dan lebih dari satu kilometer, dapat menyebabkan kerusakan pada skala global.

Sebagai perbandingan, asteroid yang diyakini telah membunuh dinosaurus berukuran sekitar 10 kilometer. Sementara NASA memperkirakan Asteroid 1998 OR2 mengukur diameter antara 1,5 km dan 4,1 kilometer.

Batu luar angkasa ini terlihat pertama kali mengelilingi Matahari pada tahun 1987, dan NASA mengkonfirmasi orbitnya pada 30 Juni 1987. Para astronom mengklasifikasikan batu tersebut sebagai yang berpotensi berbahaya.

Jarak asteroid 1998 OR2


Pada titik terdekatnya, batu ruang angkasa ini akan mendekati bumi dengan jarak sekitar 0,04205 unit astronomi. Satu unit astronomi adalah jarak rata-rata dari planet kita ke Matahari - sekitar 149,6 juta kilometer.

Mengerikannya, asteroid 1998 OR2 mendekat dengan jarak 6,29 juta kilometer pada 29 April mendatang. Dengan kata lain, batu ruang angkasa ini diperkirakan berjarak sekitar 16,36 kali jarak dari Bumi ke Bulan.

Apakah asteroid ini akan menghantam bumi? Dr Bruce Betts dari kelompok astronom internasional mengatakan: "selalu didasarkan pada pengamatan asteroid yang memiliki ketidakpastian di dalamnya."

Baca juga: Bulan memengaruhi kehidupan dan kesehatan

Artinya mengetahui jika orbit asteroid ini bisa berubah tiba-tiba.