Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kapal Hantu Terdampar di Pantai Tanpa Ada Tanda-tanda Jasad di Atasnya

Sebuah kapal hantu yang terombang-ambing ribuan kilometer di laut, kini terdampar di pantai. Kapal ini merapat ke pantai tanpa ada tanda-tanda jasad di atasnya, setelah tersapu oleh badai Storm Dennis di pantai Irlandia.


Kapal itu, terakhir kali ditemukan di Afrika Barat. Sebelum diyakini telah bergerak ke utara melewati Spanyol, dan pantai barat Inggris sebelum merapat di Ballycotton, County Cork pada hari Minggu, 16 Februari 2020.

Pemandangan kapal ini pun menjadi viral, setelah videonya ditayangkan. Lalu apa yang terjadi dengan kru yang membawa kapal tersebut? Apakah menghilang begitu saja?

Dikutip dari Daily Mail, Alta, kapal kargo berbendera Tanzania, mengapung di laut sejak Oktober 2018. Sejak ditemukan tahun 2018, penjaga Pantai di Amerika Serikat berhasil menyelamatkan awak kapal yang terdiri atas sepuluh orang di tenggara Bermuda.

Kepala sekoci Ballycotton RNLI John Tattan mengatakan kepada The Irish Examiner: "Ini adalah satu dari sejuta kejadian langka. Aku belum pernah melihat sesuatu yang ditinggalkan seperti itu sebelumnya."

Mr Tattan mengatakan bahwa, upaya sedang dilakukan untuk menghubungi pemilik kapal. Namun, Penjaga Pantai AS sulit menghubungi kru yang pernah menjalankan kapal tersebut.

Seorang juru bicara untuk Penjaga Pantai Waterford mengatakan bahwa, kapal itu tidak mencemari lingkungan. Namun, ia menyatakan keprihatinan bahwa gelombang pasang akan segera membawa kapal kembali ke laut. Dan bisa membahayakan bagi kapal-kapal di daerah tersebut.

Penyalamatan Kru Kapal Alta Tahun 2018

Pada bulan Oktober 2018, kapal Alta berlayar tanpa listrik selama 20 hari. Dan kapal ini terombang ambing sebelum ditemukan oleh Penjaga Pantai AS di tenggara Bermuda.

Kapal berusia 44 tahun itu rusak, ketika melakukan perjalanan dari Yunani ke Haiti, kata Coast Guard.

Baca juga:
7 tanda rumah berhantu
Rumah paling berhantu terjual

Namun, sumber-sumber lain mengatakan bahwa ada kemungkinan kapal tersebut telah dibajak. Mungkin lebih dari sekali, membuat pemilik aslinya sulit dilacak.