Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Janjinya Kartu Pra-Kerja Januari 2020 Ada, Februari Masih Belum Nongol, Pengangguran Gigit Jari Lagi

Salah satu program ekonomi Presiden Jokowi adalah kartu pra-kerja. Program tersebut disebutkan jika pengangguran akan digaji. Dan nilai uang yang akan diterima sebesar Rp 7 juta per orang.

Gambar kampanye janji pengangguran digaji.
Gambar kampanye janji pengangguran digaji.
Janji pengangguran digaji akan dilaksanakan pada Januari 2020. Tapi sekarang sudah Februari, dan janji ini pun belum kunjung datang.

"Saya minta kartu pra-kerja ini segera bisa diimplementasikan tahun depan. Kita harapkan saat menginjak bulan Januari program ini sudah dijalankan," kata Jokowi di Jakarta pada Selasa, 12 November 2019 lalu.

Kartu Pra-Kerja Janji Kampenya Jokowi di Pilpres 2019

Kartu pra kerja adalah janji Jokowi selama kampanye di Pemilihan Presiden 2019. Dan banyak spanduk yang disebarkan oleh relawannaya di berbagai pelosok.

Tapi kartu sakti Jokowi yang pernah menjadi bahan kritik berbagai pihak ini, masih belum terbukti nyata.

Kontroversinya janji Jokowi yang akan menggaji pengangguran ini, dinilai membebani APBN.

Dikutip dari Idtoday, Jokowi menegaskan bahwa program kartu pra kerja tidak akan menggaji pengangguran seperti janjinya.

Program ini merupakan bantuan biaya pelatihan vokasi, untuk para pencari kerja yang berusia 18 tahun ke atas. Program ini juga pernah ada di zaman pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, untuk meningkatkan keahlian pelajar yang baru lulus.

Dikutip dari Data Kementerian Keuangan, pengertian Kartu Pra Kerja merupakan kartu yang diberikan kepada pencari kerja atau pekerja. Dan mereka yang bisa mendapatkan layanan pelatihan vokasi (skilling dan re-skilling) terbatas.

Skilling menyasar pencari kerja berstatus fresh graduate baik baru lulus sekolah maupun kuliah. Sementara re-skilling menyasar pekerja ter-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) atau berpotensi ter-PHK.

Baca juga: Mobil esemka kalah oleh Vietnam

Pembekalan bertujuan memberikan keterampilan yang berbeda. Atau baru untuk alih profesi misalnya menjadi wirausaha.

Tujuan program kartu pra-kerja adalah mengurangi pengangguran. Maupun mencegah pengangguran kembali. Kartu ini juga digunakan untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi kerja.

BUMN maupun perusahaan swasta nantinya akan dilibatkan. Selain itu, balai latihan kerja (BLK) yang sudah ada juga bisa dilibatkan dalam memberi pelatihan ini.

Para pemilik Kartu Pra Kerja nantinya bisa memilih langsung pelatihan atau kursus yang diminati. Dan ada berbagai jenis pelatihan yang disiapkan.

Kartu ini diperuntukkann untuk 2 juta orang. Dan keterampilan di bidang manufaktur, pariwisata, ekonomi digital, dan sebagainya.

Sumber: Idtoday