-->

Wanita, Dua Gelas susu Sehari Tingkatkan Risiko Kanker Payudara 80%

Kanker payudara menjadi momok yang menakutkan bagi banyak wanita, karena ini sangat mematikan. Terlebih, kanker yang satu ini sangat sulit untuk dideteksi sejak dini, karena tidak menimbulkan rasa sakit dan gejala nyata.

Gambar susu sapi
Gambar susu sapi.
Jenis kanker ini juga banyak disebabkan oleh perubahan gaya hidup, termasuk merokok hingga makan makanan junk food. Tapi tahukah Anda, jika minuman sehat pun ternyata bisa menyebabkan kanker payudara, salah satunya adalah susu sapi.

Dalam sebuah penelitian terbaru, wanita yang minum dua gelas susu sehari, berisiko terkena kanker payudara sebesar 80 persen. Mengapa bisa demikian dan bagaimana pencegahannya?

Kanker payudara dan konsumsi susu


Dikutip dari Daily Mail, Badan Kesehatan Inggris atau NHS, merekomendasikan orang dewasa mengonsumsi banyak susu sapi karena kaya akan protein dan kalsium. Sementara pedoman makanan di Amerika Serikat saat ini menyarankan tiga gelas susu per hari.

Tetapi para peneliti dari Universitas Loma Linda di California mengatakan, rekomendasi ini harus 'dilihat dengan hati-hati'.

Mereka mengamati 53.000 wanita selama delapan tahun, dan menemukan bahwa mengkonsumsi susu setiap hari dikaitkan dengan lonjakan prevalensi kanker payudara.

Sepertiga cangkir, setara dengan latte kecil, dikaitkan dengan peningkatan risiko 30 persen. Sedangkan untuk secangkir penuh sehari (240 ml) meningkatkan risiko kanker payudara sebesar 50 persen.

Bagi mereka yang minum dua hingga tiga gelas per hari, akan melonjak hingga antara 70 dan 80 persen.

Sementara penelitian ini adalah penelitian observasional, dan tidak dapat membuktikan penyebabnya. Para ilmuwan percaya bahwa, hormon yang ada dalam susu sapi mungkin bisa menjadi penyebabnya.

Insulin-like growth factor (IGFD-1) dalam penelitian sebelumnya disebut sebagai kunci perkembangan tumor.

Peningkatan penderita kanker payudara


Kanker payudara adalah salah satu penyakit yang paling umum di Inggris dan AS. Di mana sekitar 55.000 wanita Inggris setiap tahun dan 276.000 orang Amerika meninggal dunia.

Penelitian ini tidak menemukan hubungan antara alternatif susu seperti almond, oat atau susu kedelai dan kanker.

Peneliti utama Gary Fraser, profesor kardiologi dan nutrisi di Loma Linda, mengatakan: "Makanan susu, terutama susu, dikaitkan dengan peningkatan risiko, dan data tersebut memperkirakan pengurangan risiko yang nyata terkait dengan penggantian susu kedelai untuk susu sapi. Hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa pengganti susu mungkin merupakan pilihan yang optimal."

Studi ini juga tidak dapat membuktikan hubungan yang cukup kuat antara wanita yang banyak makan keju dan yoghurt dengan kanker.

Baca juga:
12 makanan pencegah kanker
Penyakit kanker bisa menular dari orang lain?
LihatTutupKomentar