Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengganti Gula Populer Ini bisa Jadi Senjata Melawan Diabetes Tipe 2

Penyebab penyakit diabetes tipe 2 adalah kadar gula darah tinggi terus menerus. Jadi mau tidak mau, kita harus mencari cara menurunkan kadar gula darah yang tinggi tersebut, dari aliran darah dan tubuh.

Gambar pengganti gula melawan diabetes
Gambar pengganti gula melawan diabetes.
Selain mengganti makanan penyebab gula darah tinggi, kita juga harus mencari pengganti gula untuk diabetes tipe 2. Jika Anda memang masih suka dengan makanan atau minuman manis. Dan ternyata, hal itu tidak sulit.

Dan dengan gula darah terkontrol, maka akan mudah dalam pengobatan diabetes tipe 2. Dan salah satu pengganti gula sekaligus melawan diabetes adalah dengan rutin mengonsumsi makanan ibat untuk kencing manis ini. Apa itu?

Dikutip dari Express.co.uk, Dr Grace Farhat, seorang dosen dari Liverpool Hope University dalam sains dan nutrisi makanan, mengungkapkan: "Stevia - pemanis alami - bisa menjadi cara baru melawan obesitas dan diabetes."

Stevia adalah alternatif nabati pengganti gula yang telah digunakan oleh penduduk asli Amerika Selatan selama ribuan tahun.

Baca juga: Makan kumquat gula darah normal

"Studi sebelumnya telah menyarankan pemanis non-nutrisi tertentu (juga dikenal sebagai buatan) dapat meningkatkan nafsu makan sementara juga mengubah susunan bakteri usus, menghasilkan beberapa kondisi manusia seperti obesitas dan diabetes," tambah Dr Farhat.

Gambar daun stevia
Gambar daun stevia.
Dalam eksperimennya, subjek uji diminta untuk minum air putih, air dicampur dengan 60 gram gula, atau air dicampur dengan hanya 1 gram pemanis stevia (pemanis tidak bergizi), sebelum makan siang pizza tanpa batas setengah jam kemudian.

"Kami ingin melihat apakah stevia membuat orang makan lebih banyak, karena itu anggapan ketika ada rasa manis tanpa kalori," kata dokter.

Pemanis tidak bergizi (stevia) menambah efek pemanis tanpa menambahkan karbohidrat atau kalori.

"Tapi yang kami temukan adalah bahwa tidak ada perbedaan dalam asupan makanan antara stevia, air atau gula," lanjut Farhat.

Temuan ini menunjukkan, stevia tidak meningkatkan nafsu makan Anda. Tidak seperti beberapa pemanis lainnya.

"Yang juga penting," tambah Farhat, "adalah untuk mencatat bahwa mereka yang mengonsumsi stevia akan kenyang lebih lama daripada ketika mereka hanya minum air putih."

Hasil seperti ini mengungkapkan bahwa, mengonsumsi stevia akan membantu mencegah orang makan berlebihan. Dan sekaligus mencegah konsumsi lebih banyak karbohidrat, yang ujungnya memengaruhi kadar gula darah.

Badam Kesehatan Inggris (NHS) menghabiskan anggaran £ 14 miliar setiap tahun - 10 persen dari keseluruhan anggarannya - untuk mengobati diabetes dan komplikasinya. Dan diperkirakan 1,2 juta orang akan terkena diabetes pada tahun 2030.

Dr Farhat menambahkan: "Sementara studi lebih lanjut diperlukan, penelitian kami menunjukkan stevia bisa menjadi pilihan yang menjanjikan ketika mengendalikan asupan energi."

Diterbitkan dalam jurnal Nutrients, Dr Farhat menyimpulkan: "Stevia menurunkan sensasi nafsu makan dan tidak semakin meningkatkan asupan makanan dan kadar glukosa pasca makan siang."

Diabetes UK telah melaporkan bahwa, stevia 200-300 kali lebih manis daripada gula. Dan panasnya stabil, sehingga dapat digunakan untuk memasak dan membuat kue.

Baca juga: 10 tips makan sehat tanpa takut gula naik

Ahli diet Emma Carder, seperti yang terlihat di situs web NHS, menyatakan: "Penelitian terhadap pemanis menunjukkan bahwa mereka sangat aman untuk dimakan atau diminum setiap hari sebagai bagian dari makanan sehat."