Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pencegahan kanker yang terbaik: turunkan berat badan atau mati karena kanker

Ilustrasi penyakit kanker.
Ilustrasi penyakit kanker.
Banyak macam-macan penyakit kanker yang bisa menyerang kita, mulai dari kulit hingga organ dalam tubuh. Ada dari kita mungkin berpendapat, jika makanan penyebab kanker adalah salah satu yang bertanggung jawab terhadap penyakit ini.

Memang tidak salah, karena banyak jenis makanan saat ini yang bisa menjadi penyebab kanker. Tetapi lebih baik melakukan pencegahan kanker dari pada mengobatinya, apalagi pengobatan kanker juga membutuhkan biaya yang sangat mahal.

Meskipun mekanisme pertumbuhan sel kanker sangat lama, bisa bertahun-tahun hingga terlihat jelas, ada satu pencegahan yang bisa kita lakukan dan ini sangat penting, yaitu menurunkan berat badan. Jika tidak, kanker yang memetikan akan menyerang Anda.

Menurunkan berat badan atau terserang penyakit kanker

Dikutip dari Daily Mail, saat ini banyak klub yang khusus untuk menurunkan berat badan. Dan salah satu kunci kesuksesan mereka adalah dengan memengaruhi anggotanya, jika kanker bisa membunuh kita dengan mudah.

Steve Miller, seorang pemandu penurunan berat badan mengatakan, banyak perilaku orang-orang yang terjebak saat menurunkan berat badan. Salah satunya mereka yang bergabung dalam klub, selalu ingin kehilangan satu kilogram berat badan setiap minggunya.

Seperti kita ketahui, jika kelebihan berat badan dapat menyebabkan kanker. Serta kondisi yang membatasi kehidupan lainnya, seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Obesitas penyebab kanker

Kelebihan berat badan atau obesitas di Inggris adalah penyebab kanker terbesar kedua setelah merokok.

Lebih dari satu dari 20 kasus kanker disebabkan oleh tubuh yang gemuk. Maka tidak salah, jika banyak orang yang kini ingin menurunkan berat badan, agar dapat mengurangi risiko kanker. Namun, mereka terlalu terjebak dengan kondisi ini.

Salah satunya dialami oleh klub seperti Slimming World dan Weight Watchers, yang telah ada sejak tahun 1960-an. Di mana mereka ada untuk membantu orang menurunkan berat badan. Ribuan orang telah menemukan kesuksesannya. Dan nama klub-klub itu pun terus melambung.

Tetapi 'peraturan' tersebut telah menjadi kontroversi, dan banyak pakar independen telah mengecam kurangnya pendidikan tentang nutrisi.

Menurunkan berat badan dengan sehat

Sophie Bertrand, ahli gizi rekanan terdaftar di Harley Street, mengatakan, aturan seperti penghitungan poin, penimbangan lemak rendah dan mingguan sangat tidak sehat. Dan dapat menyebabkan hubungan yang tidak tidak baik dengan makanan.

"Klub pelangsingan biasanya mendorong orang untuk mengelola asupan makanan dengan semacam sistem poin. Akibatnya [ini] kemungkinan berarti Anda akan diminta untuk mengkategorikan makanan sebagai "baik" atau "buruk", tergantung pada jumlah "poin" atau "syns" yang layak," ucap Bertrand.

Bertrand memperingatkan bahwa diet terus-menerus dapat menyebabkan masalah kesehatan lebih lanjut. Penelitian telah menunjukkan, diet dapat memperlambat metabolisme dan menciptakan perasaan bersalah dan cemas di sekitar makanan.

Diet juga dapat menyebabkan berat badan bertambah kembali, karena tubuh dan pikiran secara alami melawan perubahan pola makan, menganggapnya sebagai pemicu stres.

Sejalan dengan Bertrand, Joanna Konstantopoulou, seorang psikolog dan pendiri Klinik Psikologi Kesehatan berbasis Harley Street, mengatakan menurunkan berat badan dalam waktu singkat biasanya tidak berkelanjutan.

"Ketika orang mulai berdiet, mereka memiliki kemauan dan motivasi untuk sukses, tetapi ketika diet gagal, mereka mulai menyalahkan diri sendiri atas kegagalan ini," kata Konstantopoulou.

Konstantopoulou mengatakan untuk perubahan jangka panjang, perlu ada unsur psikologis yang terlibat. Jadi, untuk menurunkan berat badan yang tepat adalah dengan memahami kebutuhan tubuh akan nutrisi. Dibarengi dengan motivasi dan psikologis peserta diet.

Untuk itu, kita harus berpatokan kepada Indeks massa tubuh atau BMI. Di mana BMI adalah apa yang digunakan NHS - badan kesehatan Inggris - untuk mengukur apakah seseorang terlalu gemuk untuk tinggi badannya.

BMI 25 hingga 29,9 kelebihan berat badan, 30 hingga 39,9 gemuk, dan 40 sangat gemuk.