Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terjebak di Wuhan, Mahasiswi Ini Panik dan Takut Mati Kelaparan

Wuhan kini diisolasi, di mana tidak ada orang yang bisa keluar dari sana tanpa alasan yang kuat. Hal ini disebabkan Wuhan menjadi lokasi pertama virus Corona ditemukan, dan kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia.

Panischa Krutdamrongchai
Panischa Krutdamrongchai.
Banyak warga negara asing yang tinggal di Wuhan, termasuk warga negara Indonesia. Mereka tidak bisa banyak melakukan aktivitas, apalagi di luar ruangan karena bisa terkena virus Corona yang mematikan.

Banyak di antara mereka juga yang berkeluh kesah di media sosial, salah satunya mahasiswi asal Thailand ini. Di mana ia terperangkap di Wuhan, China saat wabah virus Corona menyebar. Dan ia pun takut mati kelaparan di sana. Bagaimana kondisinya saat ini?

Baca juga: Bayi lahir pada usia janin 24 bulan

Dikutip dari Daily Mail, wanita bernama Pasnicha Krutdamrongchai, seorang mahasiswa di Universitas Wuhan, memohon pemerintah Thailand untuk mengevakuasi warganya dari kota tersebut.

"Saat ini sebagian besar siswa di sini tidak memiliki cukup makanan karena kami tidak menimbun makanan karena isolasi yang dilakukan tiba-tiba," ia memposting ke media sosial.

"Kita tidak bisa pergi ke luar untuk membeli makanan di mana saja dan supermarket di dekatnya kehabisan makanan," tambahnya.

Krutdamrongchai mengatakan, dia tidak tahu apakah akan mati lebih dulu karena virus atau kelaparan.

Krutdamrongchai mengatakan dan menekankan bahwa, pemerintah Thailand tidak melakukan cukup banyak hal untuk mengeluarkan warganya dari China, seperti dikutip dari Coconuts Bangkok.

Sementara teman-temannya dari Amerika Serikat, Jepang, dan Indonesia semuanya telah dihubungi oleh kedutaan besar masing-masing.

Baca juga: Anak 13 tahun dihamili bocah 10 tahun

Jepang sendiri menyelamatkan warganya pada hari Selasa, sementara Korea Selatan akan menyewa pesawat ke Wuhan pada hari Kamis, 30 Januari.

"Saya masih menunggu bantuan dari pemerintah Thailand. Jika saya terus tinggal di sini, saya tidak tahu apakah saya akan mati kelaparan atau mati karena virus. Saya benar-benar ingin pergi. Saya menunggu dengan harapan," katanya.

Cina telah mengkonfirmasi sekarang ada lebih dari 6.000 kasus yang dikonfirmasi dari virus Corona. Dan 132 di antaranya meninggal dunia.

Baca juga: Pria jepang dan kehidupan asmaranya

Para pakar kesehatan berpendapat bahwa, virus itu mungkin berasal dari kelelawar dan kemudian ditularkan ke manusia, mungkin melalui spesies hewan lain.