Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

70.000 Foto Pengguna Tinder Diretas dan Digunakan untuk Profil Palsu

Aplikasi smartphone
Aplikasi smartphone.
Mencari teman kencan atau pacar di era milenial ini banyak sekali caranya, dan salah satunya menggunakan aplikasi Tinder. Aplikasi yang dikhususkan untuk mencari pasangan hingga jodoh ini, banyak juga digunakan di Indonesia.

Baca juga: 5 cara mengambil video di instagram

Kita bisa dengan mudah mencari orang-orang yang sesuai dengan kriteria kita di sana, dengan profil yang menarik. Tetapi Anda juga perlu waspada saat membagikan profil pribadi, kepada seseorang yang baru saja Anda kenal lewat aplikasi.

Tidak hanya itu saja, bahkan kini lebih dari 70.000 foto pengguna Tinder telah dicuri. Dan kemudian dibagikan oleh situs web yang digunakan untuk kejahatan di dunia maya. Apakah Anda termasul salah satunya?

Dikutip dari Daily Mail, peretas hanya mencuri foto dan data dari akun wanita saja. Dan dikhawatirkan gambar tersebut dapat digunakan untuk membuat profil palsu, yang kemudian digunakan untuk penipuan.

Baca juga: 17 aplikasi yang berbahaya di iPhone

Foto-foto itu ditemukan oleh perusahaan cybersecurity White Ops, dan disertai dengan file teks yang berisi sekitar 16.000 ID pengguna Tinder yang unik, menurut Gizmodo.

Tidak jelas tujuan penggunaan gambar wanita-wanita ini, tetapi bisa menargetkan dan melecehkan pengguna sendiri. Atau untuk menghasilkan profil pengguna palsu di platform lain.

Aaron DeVera, seorang peneliti di perusahaan cybersecurity White Ops, mengatakan mereka menemukan gambar di situs web yang dikenal untuk perdagangan perangkat lunak berbahaya.

Mungkin juga informasi tersebut dapat digunakan untuk melatih produk pengenalan wajah.

Seorang pejabat Tinder mengatakan kepada Gizmodo bahwa, penggunaan foto atau informasi apa pun di luar batas aplikasi sangat dilarang.

Perusahaan mengatakan akan mengambil langkah apa pun untuk menghapus data secara offline.

Dia juga menyiratkan bahwa gambar 'cabul' bisa menjadi salah satu tergetnya. Devera mengatakan: "Mengingat ini (Tinder) menjadi aplikasi kencan, ada foto-foto yang mungkin seseorang tidak ingin disajikan kepada publik."

Selain Tinder, perusahaan cybersecurity Mnemonic sedang mempelajari 10 aplikasi Android serupa.

Baca juga: 4 cara menyadap WhatsApp tanpa ketahuan

Ditemukan bahwa, aplikasi mengirim data pengguna ke setidaknya 135 layanan pihak ketiga yang berbeda.