Skip to main content

Trik Sederhana Menangkap Tikus dengan Bambu Ini Perlu Kamu Tiru

Menangkap tikus dengan bambu
Menangkap tikus dengan bambu.
Tikus selalu mengganggu kita di mana pun berada, bahkan di rumah sekalipun. Hewan pengerat ini bisa masuk melalui lubang sangat kecil, sehingga sulit sekali bagi kita untuk membuatnya tidak masuk ke dalam rumah.

Bahkan baru-baru ini ada kejadian, di mana seorang bayi digigit tikus saat ibunya sedang berada di kamar mandi. Nah, jika Anda lelah dengan beragam alat penangkap tikus, mungkin bisa mencoba trik yang satu ini.

Seorang petani menunjukkan, bagaimana ia menangkap hewan pengerat yang memakan tanamannya. Ia memikat tikus ke tempat terbuka dengan menggoyang-goyang tongkat bambu. Cara ini seolah-olah menghipnotis tikus untuk mendekat.

Cara menangkap tikus dengan bambu

Kittiphong Suk-aum mengalami masalah dengan hama yang memakan tanaman padi di ladangnya di Nakhon Ratchasima, timur laut Thailand.

Lalu ia pun mencoba mencari cara lain untuk 'mengundang' tikus kelur dari lubangnya. Dalam video menunjukkan, bagaimana Kittiphong menggetarkan beberapa batang bambu yang diikat, untuk memikat tikus ke tempat terbuka.

Hewan pengerat begitu terhipnotis oleh suara bambu, sehingga mereka memegangnya, yang memungkinkan Kittiphong untuk mengambilnya.

Dia kemudian akan menjatuhkan mereka ke dalam tas untuk dibuang, tetapi dalam video dia membiarkan tikus dilepaskan sehingga dia dapat menunjukkan tekniknya.

Kittiphong mengatakan bahwa peralatan menangkap tikus buatannya terbuat dari bambu, karena tikus-tikus menyukai suaranya.

"Peralatan ini disebut Tok. Saya membuatnya dengan mengikat tongkat bambu bersama dan kemudian mengguncangnya, seperti alat musik. Tikus tidak bisa menahan suara tongkat bambu yang bergetar ini. Saya menggunakan Tok untuk memikat mereka yang membuatnya lebih mudah ditangkap. Lebih baik tidak menggunakan racun tikus," ucapnya.

Baca juga: King kobra terancam manusia

Video ini diunggah oleh akun Youtube Viral Press, dan berikut cuplikannya:


loading...
Comment Policy: Berkomentar yang baik untuk kebaikan.
Buka Komentar
Tutup Komentar