Skip to main content

Sebuah Pengakuan, Sisi Gelap Menjadi Seorang SPG

Sales promotion girl atau dikenal sebagai SPG kerap menjadi perhatian, terutama pria. Mereka identik dengan pakaian seksi, ketat dan juga mencolok. Tujuannya tentu adalah menjadi perhatian orang-orang di sekelilignya.

sales promoion girl
Ilustrasi SPG.
Para SPG ini kerap kita temukan di beragam tempat, terutama pameran hingga pasar swalayan. Mungkin masih sedikit dari kita yang tahu kehidupan seorang SPG, selain tentunya menjadi perhatian para pria yang mencari peruntungan.

Baca juga: Uang nasabah ditilep teller cantik

Apalagi jika mereka terlihat cantik dengan dandanan yang menor. Lalu tahukah Anda seperti apa sisi gelap dari seorang SPG? Inilah pengakuan Anne Nessa, yang pernah menjadi seorang SPG. Lalu seperti apa kesehariannya?

6 Sisi gelap seorang SPG

Dikutip dari Quora, Nessa berpangalaman dalam pekerjaan yang satu ini. Berikut ungkapannya:

1. Kehidupan di backstage

Kita mungkin melihat seorang SPG dari penampilan saat menginformasikan produk yang ia jajakan. Tapi siapa sangka, jika di balik layar sebelum mereka mulai bekerja, ruang untuk mereka dandan, ganti baju dan lain sebagainya sangat sempit, lusuh dan tidak mengenakkan.

Bahkan tidak sedikit SPG yang harus duduk di atas kardus, tanpa alas, dan tidur di ubin yang dingin. Untuk mencari tempat yang pewe - posisi weenak - sangat sulit mereka dapatkan.

2. Tidak ada ruang ganti baju

Sebelum bekerja, biasanya para SPG datang ke lokasi dengan pakaian bebas. Meskipun ada sebagian yang sudah mengenakan seragam yang diberikan perusahaan. Terutama di lokasi pameran, ruang ganti baju untuk para SPG ini biasanya tidak disediakan.

Tidak sedikit dari mereka yang harus berganti seragam di belakang pintu, sampil nyempil mencari tempat yang aman, hingga di celah sempit sekalipun.

3. Berburu waktu saat pulang

Munkin di antara kita tidak banyak yang tahu, jika sebelum pulang para SPG selalu diperiksa. Terutama oleh staf keamanan, sehingga untuk pulang saja, mereka harus diperiksa terlebih dahulu.

Dan mereka biasanya akan menyimpan tas sebagai bentuk antrean, untuk diperiksa terlabih dahulu. Sehingga mereka bisa pulang lebih cepat usai pemeriksaan yang berlangsung cukup lama.

4. Loker yang memiliki kunci jumlahnya terbatas

Persaingan di antara SPG ternyata sangat ketat, junior biasanya harus mengalah kepada senior, terutama jika mereka membawa barang dan harus disimpan di loker.

Apalagi jumlah loker yang memiliki kunci, sangat terbatas. Dan mau tidak mau, mereka harus menaruh barang meskipun bisa saja diambil orang lain.

5. Makan seadanya

Berwajah cantik, berpakaian seksi, dan berdandan menor bukan berarti SPG hidup dalam kemewahan. Banyak di antara mereka yang juga makan di warung-warung pinggir jalan. Dan kadang melihat kecoa lewat saat makan itu bukan hal yang aneh lagi.

6. Aktif dan taat peraturan

Kata siapa menjadi seoran SPG bebas melakukan apa saja? Nyatanya, mereka harus selalu berada di dalam tekanan, terutama penjualan. Apalagi jika mereka tidak taat aturan, bisa-bisa sanksi menunggu mereka.

Nessa pun pernah merasakan, bagaimana ia dimarahi karena tidak adan makeup yang tidak distempel, bedak, lipstik dan lainnya di sita. Meskipun ia membela diri, tetap saja terkena sanksi.

Baca juga: Geger pilot tergoda wanita cantik

Menjadi seorang SPG memang tidak seindah penampilannya. Mereka juga harus bersiap dengan segala aturan, disiplin dan juga peraturan yang ketat.
loading...
Comment Policy: Berkomentar yang baik untuk kebaikan.
Buka Komentar
Tutup Komentar