Skip to main content

Di Sini, Menyentuh Handphone Saat Menyetir Didenda Rp3,6 Juta

Human error atau kesalahan manusia adalah salah satu penyebab banyaknya kecelakaan, baik di darat, air maupun udara. Banyak sekali kesalahan yang sering dikerjakan baik oleh pengemudi, pilot hingga nakoda kapal.

Menggunakan handphone saat mengemudi
Menggunakan handphone saat mengemudi.
Di antaranya adalah kurangnya konsentrasi hingga kerap menggunakan handphone saat berkendara. Ya, gadget yang satu ini seolah-olah tidak bisa dipisahkan dan kadang bisa dikatakan menjadi 'candu' bagi kita.

Tapi jangan salah, jika Anda sedang menyetir hati-hati, terutama di daerah ini. Karena ketahuan memegang handphone saat berada di balik kemudi, bisa langsung didenda Rp3,6 juta. Dan tidak ada kompromi dengan alasan apapun itu.

Memegang handphone di balik kemudi didenda

Sekarang, pengemudi akan menghadapi denda Rp £ 200 atau Rp3,6 juta hanya menyentuh telepon mereka saat mengemudi. Larangan untuk memegang telepon seluler saat mengemudi, akan diterapkan di jalan-jalan di Britania atau Inggris seperti dikutip dari Daily Mail.

Sebelumnya, pengemudi yang gegabah dapat dituntut hanya jika mereka tertangkap menggunakan telepon genggam, untuk menelepon atau mengirim pesan teks. Sementara jika digunakan untuk mengambil foto atau menggulir daftar putar musik, akan dibebaskan dari hukuman.

Baca juga: King kobra terancam manusia

Tapi kini, dalam perubahan besar pada undang-undang yang telah diumumkan, pengendara kendaraan bermotor dilarang mengambil ponsel mereka dengan alasan apa pun.

Pengemudi yang ketahuan memegang ponsel karena alasan seperti menjelajahi media sosial, atau memasukkan lokasi satelit navigasi, akan didenda hingga £ 200.

Sekretaris Transportasi, Grant Shapps mengatakan perubahan undang-undang akan 'membawanya ke abad ke-21'.

"Kami menyadari bahwa tetap berhubungan dengan dunia saat bepergian adalah bagian penting dari kehidupan modern, tetapi kami juga berkomitmen untuk membuat jalan kami aman," tambahnya.

Departemen Transportasi (DfT) mendorong tinjauan ke depan sebagai 'masalah mendesak' dan berharap undang-undang diubah pada musim semi tahun depan.

Sebelum itu, pejabat perlu menguji berbagai amandemen dengan publik untuk memastikan, undang-undang sejelas mungkin dan sepenuhnya dipahami.

Undang-undang baru diperkenalkan pada tahun 2017, setelah kampanye yang menyoroti serentetan kematian yang disebabkan oleh pengemudi yang sembrono. Mereka biasanya menelepon atau mengirim SMS, saat berada di belakang kemudi.

Meskipun mereka telah membantu mencegah ancaman itu, banyak pengemudi yang lolos dari hukuman. Hal ini karena undang-undang hanya menargetkan mereka yang menggunakan ponsel, untuk keperluan 'komunikasi interaktif'.

Baca juga: 17 aplikasi yang berbahaya di iphone

Celah itu diajukan ke permukaan pada bulan Juli oleh kasus Pengadilan Tinggi Ramsey Barreto, yang berhasil mengajukan banding atas putusan bersalah karena menggunakan teleponnya di belakang kemudi, dengan alasan bahwa ia menggunakannya untuk merekam setelah kecelakaan.

Penelitian menemukan bahwa 35 persen pengemudi di bawah usia 25 tahun, mengakui mengalihkan pandangan dari jalan untuk memeriksa teks, email atau media sosial.

Jika seorang pengemudi melihat ponsel mereka hanya selama dua detik saat bepergian dengan kecepatan 30 mph, mereka akan menempuh jarak 30 meter, secara drastis meningkatkan kemungkinan kecelakaan.

Kamera beresolusi tinggi digunakan

Kamera hi-tech yang akan digunakan untuk menangkap pengemudi di jalanan Inggris sedang diuji coba. Kamera di tepi jalan ini dapat secara otomatis mengambil gambar pengemudi, yang ketahuan menggunakan ponsel mereka.

Gambar-gambar tersebut akan dikirim ke polisi, dan pemberitahuan tentang penuntutan yang dimaksudkan diposting ke pemilik kendaraan, dengan cara yang sama seperti penalti yang dipercepat.

Di Indonesia sendiri, cara ini mulai diperkenalkan oleh kepolisian, terutama di jalanan ibu kota, Jakarta. Di perempatan Sarinah-M.H. Thamrin ada beberapa kamera yang digunakan untuk menangkap pengemudi sembrono. Yang biasa menggunakan handphone, atau tidak memakai sabuk pengaman.

Baca juga: Nelayan temukan ambergris rp4 miliar

Jika ketahuan, maka surat tilang akan langsung dikirimkan ke rumah yang bersangkutan, di mana tercatat di dalam STNK mobil.

Jadi, tidak ada salahnya bagi kita untuk lebih fokus saat berkendara, untuk menghindari potensi kecelakaan yang tinggi.
loading...
Loading...
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar