Skip to main content

Misteri Kulit Ular dengan Panjang 8 Meter yang Ditemukan di Halaman

Ular secara rutin akan melepaskan kulitnya. Mereka melakukannya biasanya setelah mencerna makanan, dan tujuannya agar bisa tumbuh lebih besar dan panjang. Dan proses pelepasan kulit ini biasanya tidak mudah.

Kulit ular dengan panjang 8 meter
Kulit ular dengan panjang 8 meter.
Butuh usaha keras dari ular, baik yang masih kecil maupun sudah dewasa saat melepaskan kulitnya. Dan pernahkah Anda melihat kulit ular yang begitu panjang dan besar? Bahkan panjangnya lebih dari 8 meter.

Inilah penemuan yang cukup mengerikan, di mana kulit ular dengan panjang delapan meter ditemukan oleh penduduk bernama Cairns. Tidak hanya itu saja, jenis ular ini pun masih menjadi misteri yang membingungkan para ahli reptil. Bagaimana bisa?

Baca juga: Geger ular kobra kabur ke pemukiman warga

Penemuan dan misteri kulit ular 8 meter

Dikutip dari 7news.com.au, Stuart Morris menemukan ular itu pada jalan yang biasa ia lalui. Saat itu ia awalnya yakin, jika kulit ular tersebut dari jenis sanca atau piton.

Foto utuh kulit ular 8 meter
Foto utuh kulit ular 8 meter.
"Dia berada di rute berjalan normal di Cairns QLD ketika dia menemukan kulit ular besar, sehingga dia membawanya pulang untuk mengukurnya," kata putranya Dylan kepada 7NEWS.com.au.

Setelah diperiksa lebih dekat, keluarga itu menyadari bahwa kulit ular itu terlalu tebal dari jenis sanca.

Mereka tidak tahu, ular itu telah dibunuh dan dikuliti oleh orang-orang atau bukan. Tetapi ini bukan ular yang berasal dari Australia, jadi ahli yang datang pun dibuat bingung saat melihat foto-foto itu.

Stuart mengatakan, dia berencana untuk melaporkan penemuan mengerikan itu ke Departemen Lingkungan dan Ilmu Pengetahuan, karena membunuh seekor ular sebenarnya ilegal di Queensland.

Berbicara kepada 7NEWS.com.au, penangkap ular lokal Dave Walton mengatakan, reptil itu menyerupai ular sanca batik. Dan ia menegaskan, jika ular terpanjang di dunia itu dapat tumbuh hingga 10 meter.

Dan ular itu berasal dari Asia Selatan dan Tenggara. Dan dengan mudah bisa ditemukan di hutan-hutan yang masih terjaga.

Baca juga: Tewas digigit ular kobra saat menelpon

Sementara itu, spesies ini masuk dalam daftar Lampiran II di bawah Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah. Yang berarti bahwa jika perdagangan tidak dikontrol secara ketat, reptil dapat terancam punah.
loading...
Comment Policy: Berkomentar yang baik untuk kebaikan.
Buka Komentar
Tutup Komentar