Skip to main content

Membongkar 7 Mitos Umum Tentang Asam Urat

Penyakit asam urat kerap datang tiba-tiba dan sulit untuk diprediksi kejadiannya. Bahkan penyakit ini lebih sering menyerang di malam hari, terutama jika Anda kurang minum dan tidak buang air kecil sebelum tidur.

Ilustrasi penyakit asam urat
Ilustrasi penyakit asam urat.
Penyebab penyakit ini adalah kadar asam urat di dalam tubuh yang terlalu tinggi, dan biasanya bersumber dari makanan yang kita konsumsi. Tetapi banyak yang masih percaya dengan beberapa mitos tentang asam urat.

Salah satunya jika asam urat lebih sering menyerang pria dari pada wanita. Apakah benar demikian? Yuk simak 7 mitos tentang asam urat yang sering disalah-artikan oleh kita semua.

Dikutp dari rheumatologyadvisor.com, asam urat pernah dianggap sebagai "penyakit raja". Disebabkan hubungannya dengan makanan mahal seperti daging dan alkohol. Tetapi kini, asam urat tidak membeda-bedakan berdasarkan status sosial ekonomi.

Baca juga: Makanan enak penyebab asam urat

Kita akan membahas 7 kesalahpahaman penderita tentang asam urat atau dikenal juga sebagai gout:

Mitos # 1: Asam urat adalah penyakit langka.

Rematik atau asam urat dianggap oleh beberapa orang relatif tidak umum. Namun, lebih dari 8 juta orang Amerika, atau sekitar 4% dari populasi, memiliki kondisi tersebut. Faktanya, rematik adalah bentuk radang sendi yang paling umum pada pria berusia> 40 tahun.

Mitos # 2: Asam urat hanya memengaruhi pria.

Karena pria cenderung memiliki kadar asam urat lebih tinggi daripada wanita, mereka lebih cenderung terkena penyakit ini. Namun, penyakit ini tidak eksklusif untuk pria: sedangkan 3% hingga 6% pria di negara-negara maju mengalami kondisi tersebut, 1% hingga 2% wanita juga demikian.

Mitos # 3: Hanya orang yang mengalami obesitas mengalami serangan asam urat.

Meskipun obesitas adalah faktor risiko untuk asam urat, orang-orang dari semua ukuran dapat mengembangkan penyakit ini. Asam urat sangat umum pada penderita diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan penyakit ginjal.

Mitos # 4: Gout hanya mempengaruhi jempol kaki.

Meskipun asam urat sering menyerang sendi di dasar jempol kaki, penyakit ini dapat terjadi pada semua sendi. Sendi lutut, pergelangan kaki, siku, pergelangan tangan, dan jari juga sering terkena.

Mitos # 5: Mengkonsumsi produk susu meningkatkan risiko asam urat.

Ada kesalahpahaman bahwa penderita asam urat harus menghindari produk susu seperti susu dan yogurt. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa asupan susu rendah lemak memiliki efek penurun urat sedang dan dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit.

Mitos # 6: Makanan baik dapat menyembuhkan asam urat.

Orang yang rentan mengalami encok harus menghindari makanan yang kaya akan daging dan makanan laut. Mereka juga harus menghindari konsumsi alkohol dalam jumlah besar.

Namun, meskipun langkah-langkah ini dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam tubuh, modifikasi makanan saja bukanlah obat. Obat-obatan mungkin masih diperlukan untuk menurunkan kadar asam urat dan mengurangi risiko pembengkakan.

Mitos # 7: Tidak ada obat yang efektif untuk encok.

Banyak obat mungkin efektif dalam mengobati dan mencegah serangan asam urat. Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), kolkisin, dan kortikosteroid dapat digunakan untuk mengobati serangan.

Xanthine oksidase inhibitor (XOIs) dapat menghalangi produksi asam urat, sementara urikosurik dapat meningkatkan kemampuan ginjal untuk mengeluarkan asam urat dari tubuh.

Baca juga: 18 makanan menjaga asam urat normal

Demikian mitos seputar asam urat yang harus kita ketahui, agar terhindar dari penyakit ini di kemudian hari.

Bagikan artikel di atas jika ini sangat bermanfaat.
loading...
Comment Policy: Berkomentar yang baik untuk kebaikan.
Buka Komentar
Tutup Komentar