Jumat, 09 Agustus 2019

Bahaya Minum Tiga Cangkir Kopi dalam Satu Hari yang Perlu Kamu Tahu

Tidak bisa disanggah lagi, jika kopi merupakan minuman favorit di dunia. Tidak hanya itu saja, ada manfaat minum kopi tanpa gula yang biasa diminum penikmatnya. Meskipun, banyak yang menambahkan gula dan susu ke dalamnya.

Jika Anda suka dengan kopi pahit, maka tidak usah diragukan lagi manfaatnya. Bahkan di antaranya bisa menurunkan kadar gula darah hingga asam urat dengan jenis kopi tertentu. Tapi berapa banyak kopi yang harus dikonsumsi setiap harinya?

Minum kopi hitam
Minum kopi hitam.
Setiap orang tentunya memiliki perbedaan reaksi, bahkan ada yang merasakan perbedaan yang signifikan setelah meminumnya. Tetapi jika Anda minum kopi lebih dari tiga cangkir dalam satu hari ada bahayanya. Apa itu?

Minum kopi penyebab serangan migrain

Dikutip dari dailymail.co.uk, jika Anda menderita migrain, mungkin sudah saatnya untuk menghentikan kebiasaan minum kopi lebih dari 3 gelas sehari.

Para peneliti telah menemukan bahwa, minum tiga atau lebih dalam sehari secara substansial meningkatkan risiko serangan migrain.

Ilustrasi serangan migrain
Ilustrasi serangan migrain.
Studi ini melacak 98 penderita migrain 'episodik' - yang didefinisikan memiliki sakit kepala yang cukup menyiksa.

Mereka menemukan bahwa, minum hingga dua cangkir kopi atau minuman berkafein lainnya kemungkinan akan terkena migrain.

Tetapi ketika mereka minum tiga cangkir, risiko serangan meningkat sebesar 40 persen. Dan jika minum kopi lebih dari lima cangkir, risikonya naik hingga 161 persen.

Peneliti studi ini, Elizabeth Mostofsky, dari Universitas Harvard, mengatakan: "Meminum satu atau dua minuman berkafein dalam sehari tampaknya tidak terkait dengan serangan migrain. Tetapi tiga cangkir atau lebih kemungkinan migrain lebih tinggi."

Baca Juga: Penyebab sering mengantuk di siang hari

Serangan migrain memengaruhi jutaan orang

Di Inggris, lebih dari delapan juta warganya menderita serangan migrain. Gejalanya antara lain pusing, mual dan sakit kepala sebelah. Serangan ini bisa berlangsung dari empat hingga 72 jam.

Migrain bahkan mempengaruhi lebih banyak pada orang dengan penyakit diabetes, asma dan epilepsi.

Para peneliti, yang temuannya diterbitkan dalam American Journal of Medicine, mengatakan dampak kafein pada migrain sangat kompleks karena tergantung pada dosis dan frekuensi. Di sisi lain, kopi dapat memicu serangan sekaligus memiliki efek penghilang rasa sakit.

Rekan peneliti, Dr Suzanne Bertisch mengatakan: "Ada beberapa penelitian tentang risiko langsung migrain dengan perubahan harian dalam asupan kafein."

Penyebab migrain tidak sepenuhnya dipahami. Mereka dianggap terjadi ketika aktivitas otak abnormal mempengaruhi sinyal saraf, bahan kimia dan pembuluh darah di otak. Pemicu potensial lainnya termasuk stres, kecemasan, depresi, kualitas tidur yang buruk atau perubahan hormon selama siklus menstruasi.

Menutup kepala saat migrain menyerang
Menutup kepala saat migrain menyerang.
Dehidrasi, minum terlalu banyak alkohol dan melewatkan waktu makan juga dapat menjadi penyebab migrain.

Baca Juga: Obat migrain untuk ibu hamil yang aman

Obat penghilang rasa sakit dasar seringkali merupakan obat yang efektif. Meskipun tidur atau berbaring di ruangan gelap, juga merupakan teknik yang direkomendasikan untuk mengobati migrain.
Loading...

Jumat, 09 Agustus 2019 Agustus 09, 2019 - tanpa komentar