Skip to main content

Pola Makan Nabati Menormalkan Gula Darah dan Mengurangi Risiko Diabetes

Diabetes tipe 2 bisa jauh lebih rumit, daripada hanya membatasi makan yang terlalu banyak gula. Namun, mencegah peningkatan prediabetes menjadi diabetes tipe 2, bisa lebih sederhana bagi sebagian orang.

Di mana sekitar 22 persen orang yang didiagnosis dengan prediabetes, dapat mencegahnya berkembang menjadi diabetes tipe 2. Hal ini berdasarkan sebuah studi baru, yang dilakukan oleh Aging Research Center di Karolinska Institute di Stockholm.

Hasil penelitian ini telah diterbitkan, dan menyimpulkan bahwa salah satu faktor yang paling penting dalam mencegah diabetes tipe 2 adalah membuat gula darah normal. Dan di antaranya adalah dengan melakukan pola makan nabati. Apa itu?

Ilustrasi cek gula darah.

Pola makan nabati untuk membuat gula darah normal

Pola makan nabati, bermanfaat untuk pencegahan diabetes tipe 2. Makan makanan berbasis nabati, seperti sayuran termasuk beberapa protein hewani dan karbohidrat sangat penting bagi kesehatan.

Manfaat paling cepat dari pola makan nabati pada pencegahan diabetes tipe 2 adalah terhadap kadar gula darah dan resistensi insulin. Dan penelitian menunjukkan dampak yang sebenarnya, yang ternyata lebih luas.

"Pola makan nabati dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 dengan menurunkan risiko kelebihan berat badan," menurut catat para peneliti dikutip dari healthline.com.

Orang-orang benar-benar harus memahami bahwa, apa yang mereka masukkan ke dalam mulut mempengaruhi kesehatan. Apalagi bagi mereka yang telah hidup dengan diabetes tipe 1 selama beberapa dekade.

Baca Juga: Apa Penyebab Gula Darah Naik di Pagi Hari dan Cara Mengatasinya?

Sayur hijau.
Penelitian terbaru ini merekomendasikan untuk fokus pada pola makan nabati, yang terdiri dari buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan.

Studi ini tidak menyarankan untuk tidak mengonsumsi produk hewani yang lebih sehat, seperti telur organik, dan protein tanpa lemak, seperti ayam, kalkun, dan babi.

Penyebab resistensi insulin

Efek jangka pendek dan jangka panjang dari makan makanan yang tidak sehat  bisa meningkatkan kadar insulin. Peningkatan kadar insulin sebenarnya menghambat produksi leptin.

Leptin adalah bagian yang kurang dibahas, tetapi penting dalam mengatur nafsu makan. Ini adalah hormon yang diproduksi oleh sel-sel lemak tubuh dan usus kecil. Peran utamanya adalah untuk mengatur nafsu makan, dengan memberi sinyal kepada otak Anda sudah kenyang.

Ketika seseorang mengembangkan "resistensi leptin" dari jumlah leptin yang berlebihan dalam sistem, bersamaan dengan resistensi insulin, otak Anda berpikir Anda sedang kelaparan, menciptakan jenis kelaparan yang tak terpuaskan yang mengarah ke makanan apapun. Termasuk makan makanan siap saji, tinggi karbohidrat dan makanan tidak sehat lainnya.

Membalikkan ini dimulai dengan membuat perubahan besar dalam pola makan Anda, dengan mengurangi makanan olahan, makanan kemasan dan memfokuskan kepada makanan utuh.

Baca Juga: Gejala dan Cara Mengobati Gula Darah Rendah dengan Benar

Memulai pola makan nabati

Transisi ke pola makan nabati tidak memerlukan program diet mahal, membeli produk-produk “diet”, atau belajar cara memasak berbagai makanan rumit yang memakan waktu lama.

Sayuran sehat.
Ini tidak harus rumit, tidak perlu waktu lebih lama untuk membuat sesuatu yang tidak diproses. Anda dapat membeli kembang kol yang sudah direbus dan banyak makan sayuran lainnya baik dalam keadaan mentah maupun direbus.

Sarapan bisa berupa telur, buah beri, dan satu porsi gandum utuh, atau kacang almond.

Makan siang bisa berupa semangkuk besar sayuran hijau dengan satu porsi kacang, mentimun, ayam, dan satu porsi salad dressing favorit Anda.

Ubi jalar atau beras merah mungkin tinggi karbohidrat, sesuatu yang harus hati-hati sebagai penderita diabetes, karena karbohidrat adalah makronutrien pertama dengan dampak terbesar pada kadar gula darah. Tetapi mereka masih akan menawarkan jauh lebih banyak nutrisi, dibandingkan dengan roti dan pasta olahan.

Jika Anda masih menginginkan pasta, disarankan untuk menambahkan tumisan berbagai sayuran ke dalamnya. Tujuannya adalah untuk fokus pada makan lebih banyak sayuran, bukan kepada pasta.

Bagaimana dengan karbohidrat?
Biasanya, ketika Anda secara signifikan mengurangi atau menghilangkan produk hewani dari menu makanan, pasti akan meningkatkan jumlah karbohidrat yang dimakan.

Untuk itu, ganti sejumlah karbohidrat seperti beras merah, beras putih atau kacang-kacangan dengan sayuran.

Baca Juga: 6 Resep Sayur Praktis untuk Pemula

Berkomitmen pada diet nabati 

Perbedaan antara pasien yang berhasil membuat kadar gula darah normal dan tidak adalah, mereka yang berkomitmen melakukan perubahan.

Jika Anda mampu membeli rokok, kuota internet atau makanan cepat saji, maka Anda juga dapat membeli makanan yang lebih sehat.

Baca Juga: Cara Membuat Gula Darah Normal

Anda mungkin belajar cara makan dari cara dibesarkan, tetapi masih bisa mengubah kebiasaan tidak sehat. Anda memiliki kendali atas apa yang Anda masukkan ke dalam mulut.
loading...
Comment Policy: Berkomentar yang baik untuk kebaikan.
Buka Komentar
Tutup Komentar