Rabu, 03 Juli 2019

Cara Menyembuhkan Diabetes Tanpa Meninggalkan Pasta atau Puding

Pasta atau puding mungkin menjadi salah satu 'musuh' bagi penderita diabetes. Makanan ini merupakan salah satu sumber karbohidrat yang tinggi, dan membuat kadar gula darah naik drastis. Dan banyak penderita diabetes yang menghindarinya.

gambar pasta
Pasta. Gambar: pixabay.com
Selain dua makanan tersebut, kentang, biskuit atau pisang juga sering menjadi makanan pantangan penderita diabetes. Ya, banyak makanan yang kaya akan karbohidrat harus dihindari jika tidak ingin menaikkan kadar gula darah.

Tetapi, bagaimana jika yang terjadi sebaliknya. Di mana makanan-makanan di atas justru dapat 'menyembuhkan' diabetes tipe 2, atau mencegahnya terjadi pada Anda? Yuk simak penjelasan mengapa karbohidrat bisa menyembuhkan diabetes Anda.

Penderita Penyakit Diabetes

Diabetes membuat penderitanya harus menjalani pengobatan seumur hidup, adanya ancaman penyakit, kecacatan dan kematian dini akibat gula darah yang tidak bisa dikontrol tanpa obat.

Dikutip dari dailymail.co.uk, jawabannya mungkin ya. Atau setidaknya, "Saya akan mencobanya." Dan beberapa ahli sekarang menyarankan hal ini, sebagai bagian dari apa yang disebut diet rendah karbohidrat.

Pada bulan April, diumumkan bahwa salah satu rencana diet adalah Program Rendah Karbohidrat. Dan kini telah menerima persetujuan, untuk diresepkan oleh dokter di Inggris kepada penderita diabetes tipe 2, dan mereka yang memiliki pra-diabetes.

Setengah dari makanan mereka adalah sayuran, seoerempat porsi terdiri dari karbohidrat (lebih disukai gandum utuh, bukan karbohidrat 'putih') dan sisanya protein.

Tetapi Program ini juga memberikan saran, kepada mereka yang ingin menghentikan konsumsi karbohidrat secara drastis. Diet tersebut dijuluki pendekatan ketogenik, atau keto diet.

Nah, bagi Anda yang ingin melakukan diet rendah karbohidrat seperti Atkins, Dukan dan South Beach harus memakan karbohidrat hanya 30 gram sehari. Jenisnya bebas, tapi hindari karbohidrat 'putih' seperti nasi, singkong, dan lainnya. Ganti dengan gandum utuh.

Dan direkomendasikan cara terbaik untuk menyembuhkan diabetes dan mengontrol gula darah adalah dengan menukar pasta dengan cukini, beras dengan kembang kol yang diparut halus, dan roti oleh daun selada.

Ini menurut para ahli yang telah mengabdikankan hidupnya untuk meneliti gula darah dan efeknya pada tubuh. Anda dapat menyembuhkan diabetes dengan beberapa penyesuaian.

Menurunkan berat badan tanpa melewatkan makanan yang Anda sukai

Saat ini, satu-satunya cara yang terbukti untuk mengendalikan diabetes adalah dengan menurunkan berat badan. Dan selama Anda tetap menjalankan diet rendah kalori, makan makanan mengandung karbohidrat tidak masalah.

Diabetes tipe 2 dan pra-diabetes sebagian besar terkait dengan kenaikan berat badan.

Dijelaskan oleh salah satu peneliti diet terkemuka di Inggris, bukan apa yang Anda makan, tapi Anda makan terlalu banyak. Dan inilah alasan mengapa berat badan terus naik dari waktu ke waktu.

Profesor Michael Lean, ketua nutrisi manusia di Universitas Glasgow, mengatakan: "Bukti ilmiah luas, konsisten, dan sangat jelas. Penyebab diabetes tipe 2 adalah kenaikan berat badan, khususnya peningkatan ukuran pinggang."

Diet yang tepat bisa membalikkan kondisi diabetes tipe 2 dan pra-diabetes. Mengonsumsi lebih sedikit kalori juga percuma, jika Anda tidak membakarnya dengan aktivitas fisik.

Menghilangkan mitos tentang diet rendah karbohidrat

Gagasan bahwa diet rendah karbohidrat sangat baik untuk mereka yang menderita diabetes tipe 2. Atau mereka yang berisiko mengalami kondisi tersebut, berasal dari teori bahwa karbohidrat meningkatkan jumlah insulin yang diproduksi oleh tubuh.

Meningkatkan insulin berarti meningkatkan nafsu makan. Dan mengurangi kemampuan alami tubuh untuk membakar lemak, atau begitulah yang sering diklaim. Jika kita meyakini teorinya, itu berarti makan karbohidrat lebih sedikit akan menyebabkan kita menurunkan berat badan. Namun, masalahnya adalah tidak pernah terbukti.

Profesor Gary Frost, ketua nutrisi dan dietetika di Imperial College London mengatakan: "Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan peningkatan asupan karbohidrat mengarah ke tingkat insulin yang tinggi, yang pada gilirannya, meningkatkan nafsu makan."

Dan menurut Prof Lean, gagasan bahwa diet rendah karbohidrat memiliki keunggulan, dibandingkan metode penurunan berat badan lainnya adalah mitos. Studi individu menunjukkan bahwa rendah karbohidrat akan mengubah berat badan dengan cepat, dan secara signifikan mengurangi gula darah.

"Tidak ada efek unik dari diet rendah karbohidrat pada lemak tubuh, diabetes, tekanan darah atau kolesterol," tambah Prof Lean.

Pedoman makan sehat saat ini menyarankan, karbohidrat harus dikonsumsi sepertiga porsi makan. Atau sekitar 260 gram karbohidrat sehari.

Program Diet Rendah Karbohidrat juga menawarkan saran untuk mengurangi karbohidrat lebih lanjut, menjadi 30 gram sehari. Namun, Prof Frost menunjuk pada penelitian yang menunjukkan bahwa diet itu salah.

Satu penelitian besar pada bulan April menemukan bahwa, orang yang mengonsumsi karbohidrat paling sedikit memiliki risiko terbesar meninggal akibat kanker, penyakit jantung, dan stroke. Diet sangat rendah karbohidrat dapat menyebabkan kekurangan nutrisi, yang justru meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Mengapa menjaga berat badan adalah kuncinya?

Bukti bahwa penurunan berat badan dapat membalikkan diabetes tipe 2 berasal dari uji coba yang sudah berjalan lama, yang dipimpin oleh Prof Lean dan rekannya, Profesor Roy Taylor.

Mereka menemukan bahwa, makan sekitar 800 kalori sehari selama 12 hingga 20 minggu, dapat menyebabkan penurunan berat badan yang cepat. Tetapi penurunan berat badan saja tidak cukup, untuk menyingkirkan diabetes tipe 2. Bagian penting, para peneliti menemukan, adalah menjaga berat badan.

Temukan diet yang Anda sukai dan patuhi itu

Prof Taylor menyarankan bahwa, pada kenyataannya, lebih baik untuk membuat perubahan sesedikit mungkin ketika mencoba menurunkan berat badan.

"Jadi lakukan apa pun yang sesuai untuk Anda, apakah itu makan karbohidrat, karbohidrat rendah, atau rendah lemak. Penggantinya sangat berguna untuk penurunan berat badan awal," ucapnya.

Kepatuhan terhadap diet rendah karbohidrat adalah 'sangat mengerikan', dan angka drop-out cenderung 'besar'. Banyak yang gagal untuk menurunkan berat badan, saat seseorang mengikuti diet rendah karbohidrat.

"Secara umum, pesan untuk menjaga berat badan adalah tentang mengendalikan ukuran porsi makan dan mengurangi camilan yang tidak sehat. Berpegang teguh pada diet dengan banyak buah dan sayuran, daging tanpa lemak, dan karbohidrat dari gandum," tambahnya.

Berlawanan dengan kepercayaan populer, penelitian menunjukkan bahwa orang dengan diabetes tipe 2 sebenarnya boleh mengonsumsi gula. Anda hanya perlu mengontrol jumlahnya.

Karbohidrat bukan musuh Anda

Karbohidrat adalah istilah umum untuk gula, pati dan serat yang ditemukan dalam buah-buahan, biji-bijian, sayuran dan produk susu.

Tubuh membutuhkannya untuk kesehatan pencernaan, energi, pertumbuhan, dan seluruh fungsi lainnya.

Karbohidrat umumnya dipecah dalam sistem pencernaan menjadi molekul gula tunggal, paling sering glukosa, sukrosa dan fruktosa.

Jadi, apakah Anda makan roti putih, nasi merah atau pisang, karbohidrat yang dicerna dalam makanan ini berakhir dalam darah sebagai hal yang sama: gula.

Semua makanan yang mengandung karbohidrat, akan berakhir sebagai molekul gula. Memakannya memiliki 'efek setara' pada tubuh dengan mengkonsumsi gula murni.

Tapi seberapa benar ini?

Profesor Gary Frost berkata: "Tidak. Masalahnya adalah Anda tidak membandingkan gula meja dengan roti putih atau nasi, dan karena itu pengaruhnya terhadap tubuh berbeda."

Karbohidrat dalam roti atau beras dipecah menjadi 100 persen glukosa. Tetapi gula meja adalah 50 persen glukosa dan 50 persen fruktosa, sejenis gula buah.

Ada beberapa bukti bahwa fruktosa dapat meningkatkan jumlah lemak dalam darah. Dan lemak itu kemudian disimpan di hati. Jika Anda menderita diabetes, efeknya bisa merusak.

Perlu juga diketahui bahwa, kecepatan di mana karbohidrat dicerna bervariasi, tergantung pada sumber karbohidrat.

Karbohidrat yang lebih kompleks seperti pasta, roti gandum, lentil dan bubur bisa membuat Anda merasa lebih kenyang lebih lama. Dan itu tidak menaikkan gula darah dengan cepat.

Bukti lebih lanjut bahwa penderita diabetes tidak perlu mengurangi karbohidrat, datang dalam sebuah ulasan yang menganalisis 56 studi yang melibatkan hampir 4.000 orang.

Itu menyimpulkan diet Mediterania yang melibatkan karbohidrat dalam jumlah sedang, dan tinggi serat makanan, adalah 'pendekatan diet yang paling efektif' dalam mengelola gula darah.
Loading...

Rabu, 03 Juli 2019 Juli 03, 2019 - tanpa komentar