Skip to main content

Berkoar-koar Mobil Esemka dari Tahun 2012-2019, Vietnam Bikin Konsep 2017, Jadi Tahun 2019

Mobil Esemka vs mobil Vietnam - Tahukah Anda, jika sejak tahun 2012 mobil esemka sudah digaungkan oleh Joko Widodo, yang saat itu menjadi walikota Solo?

mobil nasional esemka vs vietnam

Kepura-puraan tersebut rupanya terbukti sampai saat ini, jika Esemka hanyalah mainan politik Joko Widodo. Ya bukan tanpa alasan, hingga tahun 2019 mobil esemka tidak kunjung hadir di tanah air.

Bahkan sejak kembali mengajukan diri sebagai presiden 2019-2024 dan menggaet Ma'ruf Amin, sang Kyai menjanjikan jika mobil Esemka akan hadir di bulan Oktober 2018.

Lagi-lagi mobil tersebut hanya komoditas politik saja, bahkan sang kyai berani berbohong demi menaikkan pamornya.

Sampai saat ini, esemka tidak kunjung terlihat batang bempernya. Yang ada hanyalah pabriknya, yang selalu tertutup untuk umum.

Padahal untuk sekelas produksi nasional, pabrik besar harusnya bisa terbuka dan diberitakan di mana-mana. Tapi tidak dengan esemka.

Lagi-lagi kita harus dipermalukan, pasalnya, Vietnam yang tidak banyak omong soal mobil nasional, mampu memproduksi. Tidak perlu politik 'bohong' untuk memproduksi mobil nasional Vietnam.

Pemerintahnya bahkan mengumumkan akan memproduksi mobil nasionalnya pada tahun 2017. Dan rakyatnya sudah bisa menikmati mobil nasional hanya dalam waktu dua tahun saja.

Bayangkan dengan Jokowi, yang sibuk dengan esemka sejak menjadi Walikota Solo tahun 2012 hingga 2019. Di mana mobil esemka tidak kunjung diproduksi sampmai saat ini.

Ada yang lebih lucu lagi, yaitu komentar netizen tentang mobil esemka ini. Di antaranya adalah:

"Apa kabar mobnas Esemka? Apakah hanya sebatas wacana...?" timpal pemilik akun @SumardiAcehID.

Pemilik akun @abduhji2110 mengungkapkan, Vietnam tidak pernah berkoar-koar tapi tiba-tiba sudah memiliki mobil nasional dan serang sudah bisa dipesan.

"Ada yang dari 2011 berkoar-koar dengan Esemka yang sudah ngantar dia jadi gubernur bahkan presiden, (tapi) sampai sekarang mobilnya tidak tahu ada dimana," sambungnya.

Sementara koordinator Jurubicara BPN Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, jika Indonesia sudah duluan "memiliki" mobnas, tapi dalam bentuk kampanye bukan wujud asli.

"Indonesia sudah duluan kok. Duluan dikampanyekan," ucap dia di akun ‏@Dahnilanzar.

Ya, itulah kocaknya politik di Indonesia. Sudah bohong pun masih dipercaya. Apa mau terus menerus dibohongi?
loading...
Comment Policy: Berkomentar yang baik untuk kebaikan.
Buka Komentar
Tutup Komentar