Senin, 06 Mei 2019

Cara Mengendalikan Kadar Gula Darah Saat Berpuasa

Sebelumnya kita membahas Sayuran Penurun Kolesterol Jahat, kini kita membahas kadar gula darah dan puasa. Berpuasa adalah aspek spiritual penting dari banyak agama, seperti Islam, Hindu, dan Yahudi dan bagi sebagian orang Kristen. Selain pantang dari makanan dan minum, puasa merupakan saat yang penting untuk berdoa, refleksi dan pemurnian diri.

ilustrasi tes gula darah

Selain itu, puasanya juga sangat menyehatkan. Tetapi kadang ada kekhawatiran bagi mereka yang terkena diabetes dan membutuhkan asupan makanan dan obat yang rutin. Salah satunya, apakah puasa bisa menurunkan kadar gula darah atau sebaliknya.

Jika seseorang penderita diabetes berpuasa dan tidak minum, kadang akan mempercepat dehidrasi. Kondisi ini disebut ketoasidosis diabetik (DKA), suatu kondisi yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Lalu bagaimana penderita diabetes berpuasa?

Dikutip dari diabetes.org.uk, kondisi DKA adalah kondisi di mana gula darah menjadi terlalu tinggi, ketika obat untuk menormalkan gula darah tidak diminum. Hal ini dapat menyebabkan gjala-gejala DKA, termasuk rasa haus yang tinggi dan mengeluarkan banyak air seni.

Siapa yang berpuasa?

Bergantung pada agama, puasa akan berlangsung lama. Dalam agama Kristen, Hindu dan Yahudi cenderung ada hari-hari untuk puasa. Namun bagi kaum muslimin, ada bulan Ramadhan. Di mana ini adalah salah satu periode puasa terpanjang, di mana kita diwajibkan berpuasa dari matahari terbit hingga terbenam.

Tapi ada juga yang dalam keadaan tertentu di mana dibebaskan dari puasa. Sebagai contoh:

  • Anak-anak (di bawah usia pubertas)
  • Orang tua renta
  • Orang sakit
  • Mereka yang bepergian
  • Wanita hamil, menyusui dan menstruasi
  • Siapa pun yang akan membahayakan kesehatannya dengan berpuasa, misalnya orang yang mengobati diabetesnya dengan insulin atau memiliki komplikasi diabetes (kerusakan mata, ginjal atau saraf di tangan dan kaki Anda).


Berbicaralah dengan ustad, jika Anda menginginkan informasi tentang apakah Anda dibebaskan dari puasa.

Apa yang terjadi pada tubuh Anda selama puasa?

Perubahan yang terjadi pada tubuh saat puasa tergantung pada panjangnya puasa. Biasanya tubuh Anda memasuki keadaan puasa delapan atau lebih setelah makan terakhir. Tubuh, awalnya akan menggunakan sumber gula darah yang tersimpan, dan kemudian dalam puasa itu akan memecah lemak tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi berikutnya.

Menggunakan simpanan lemak tubuh sebagai sumber energi, dalam jangka panjang, dapat menyebabkan penurunan berat badan. Selain itu, puasa juga bisa mengontrol berat badan, gula darah, tekanan darah, dan kadar kolesterol yang lebih baik. Namun, puasa sebaiknya tidak digunakan sebagai cara menurunkan berat badan, dalam jangka panjang. 

Perubahan pola makan

Selama masa puasa, pola makan mungkin sangat berbeda dibandingkan dengan yang normal. Namun, penting untuk menjaga cara makan yang seimbang, termasuk makanan dari semua kelompok makanan (karbohidrat, sayur dan buah) dan tidak makan berlebihan.

Jika Anda menderita diabetes dan sedang berpuasa, sebaiknya memasukkan makanan yang lebih lambat diserap (yang memiliki indeks glikemik rendah, seperti oat dan gandum) tepat sebelum Anda memulai puasa.

Memilih jenis makanan ini akan membantu Anda mengisi dan menjaga kadar gula darah normal selama puasa. Buah-buahan, sayuran, dan salad juga harus dimasukkan ke dalam menu makanan.

Ketika Anda berbuka puasa, sertakan hanya sejumlah kecil makanan manis dan berlemak seperti kue, samosa, dan puris. Gunakan lebih sedikit minyak saat memasak dan cobalah untuk memanggangnya. Saat memanggang atau mengeringkan makanan, gunakan wajan anti-lengket.

Selain itu, minumlah banyak minuman bebas gula dan tanpa kafein untuk menghindari dehidrasi, misalnya air putih atau air tebu tanpa gula tambahan. Jika Anda menyukai minuman manis, maka gunakan pemanis bukan gula.

Hal-hal lain yang perlu diingat

Jika Anda memutuskan untuk berpuasa, penting untuk mengecek kadar gula darah. Apakah turun terlalu rendah yang dikenal sebagai hipoglikemia atau harus menerima perawatan dengan insulin dan obat diabetes lainnya.

Jika Anda mengalami gejala hipoglikemia, misalnya merasa goyah, berkeringat, dan tidak fokus. Anda harus segera berbuka puasa dan mengobatinya dengan pengobatan hipoglikemia biasa, misalnya tablet glukosa, minuman bergula, atau GlucoGel, diikuti oleh camilan seperti sandwich atau semangkuk sereal.

Jika Anda harus berbuka puasa karena alasan apa pun, lanjutkan makan seperti biasa untuk hari itu. Anda mungkin dapat menebus puasa di kemudian hari, atau menyediakan makanan untuk yang membutuhkan.

Jika Anda menderita diabetes tipe 1, ada juga bahaya bahwa kadar gula darah terlalu tinggi, yang dikenal sebagai hiperglikemia. Keadaan ini berpotensi menyebabkan kondisi serius yang dikenal sebagai ketoasidosis.

Gejala kadar gula darah tinggi termasuk di antaranya merasa sangat haus, mengeluarkan banyak urin dan atau kelelahan yang luar biasa. Jika kadar gula darah tetap tinggi, bicarakan dengan dokter Anda.

Baca Juga:
Pengertian, Tata Cara, Menu dan Testimoni Diet DEBM
Makanan Khas Dari 34 Provinsi di Indonesia Bagian 1

Sebelum Anda mulai berpuasa, dokter juga dapat memberi tahu apakah Anda membutuhkan obat atau tidak. Misalnya, mereka dapat menyarankan Anda untuk mengubah waktu, jenis atau dosis obat untuk memastikan kadar gula darah terkontrol dengan baik.

Ringkasan


  • Bicaralah dengan tim kesehatan Anda jika Anda berencana untuk berpuasa.
  • Jika Anda mengecek kadar gula darah di rumah, periksa lebih sering,
  • Lanjutkan diet yang bervariasi dan seimbang.
  • Sertakan makanan yang diserap lebih lambat yang memiliki indeks glikemik lebih rendah.
  • Usahakan untuk tidak makan terlalu banyak makanan manis dan berlemak.
  • Saat berbuka puasa, pastikan Anda minum banyak minuman bebas gula dan tanpa kafein untuk menghindari dehidrasi.
Semoga puasa yang Anda jalani membawa berkah. 
Loading...

Senin, 06 Mei 2019 Mei 06, 2019 - tanpa komentar