Ilmuwan Temukan Jus Buah Meningkatkan Risiko Kematian Dini

Mengkonsumsi jus buah berdampak buruk bagi kesehatan. Dan cenderung menyebabkan kematian dini, seperti minum cola atau limun, ungkap penelitian. Padahal, jus buah ini salah satu yang populer dikonsumsi masyarakat, apalagi jika panas sedang terik.

jus buah

Dalam sebuah studi terbaru menemukan, ada peningkatan risiko kematian dini bagi mereka yang sering minum minuman manis. Dan jus buah adalah salah satunya, di mana mereka diiklankan sebagai minuman sehat bagi tubuh.

Peneliti Amerika Serikat membandingkan untuk pertama kalinya, 100 persen jus buah dengan minuman manis seperti cola dan lemonade. Lalu apa yang mereka dapatkan dari penelitian ini? Berikut penjelasan lengkapnya.

Jus Buah Meningkatkan Risiko Kematian Dini

Dikutip dari Daily Mail, mereka menemukan asosiasi yang sangat mirip untuk jus buah dan minuman manis, dengan peningkatan risiko kematian dini. Meskipun mereka mengatakan, jika penelitian lebih lanjut sangat diperlukan.

Seorang ahli menggambarkan, penelitian itu penting. Tetapi mengatakan, tidak ada risiko dari satu gelas jus buah 150 mililiter per hari.

Penelitian baru, yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association (JAMA), menganalisis data dari 13.440 orang. Asupan minuman manis dan jus buah 100 persen dicatat melalui kuesioner, tentang seberapa sering mereka mengonsumsi minuman.

Selama tindak lanjut rata-rata enam tahun, ada 1.000 kematian dari sebab apa pun dan 168 kematian akibat penyakit jantung koroner.

Biasanya, orang-orang dalam penelitian ini mendapat 8,4 persen dari asupan kalori mereka setiap hari dari minuman manis, dan 4 persen dari 100 persen jus buah.

Orang-orang dianggap memiliki asupan tinggi minuman ini, jika 10 persen atau lebih asupan energi berasal dari minuman manis. Dibandingkan dengan mereka yang asupan rendah (kurang dari 5 persen).

Artinya, mereka yang meminum jus buah sebanyak 350 mililiter, ada peningkatan risiko 24 persen.

Kandungan Jus Buah Hanya Air dan Gula

Para peneliti, termasuk dari Emory University di Atlanta dan Cornell University di New York, mengatakan: "Hasil ini menunjukkan konsumsi minuman bergula yang lebih tinggi, termasuk jus buah, dikaitkan dengan peningkatan kematian. Kandungan nutrisi jus buah 100% dan SSB (minuman manis) sangat mirip."

Sementara, jus buah kemasan tidak memiliki kebanyakan vitamin dan fitonutrien. Dan bahan utamanya hanyalah gula dan air.

Para penulis menyarankan beberapa kemungkinan alasan, untuk peningkatan risiko kematian akibat konsumsi minuman manis.

Obesitas jelas merupakan faktor utama, kata mereka, tetapi begitu diperhitungkan, penelitian menunjukkan bahwa minuman manis meningkatkan resistensi insulin.

Faktor-faktor lain mungkin bahwa, mengkonsumsi fruktosa mengubah kadar lipid darah. Menyebabkan peradangan dan tekanan darah, sementara konsumsi glukosa yang tinggi telah dikaitkan dengan resistensi insulin dan diabetes.

Baca Juga:
11 Makanan yang Terbukti Menurunkan Kolesterol dengan Cepat
Cara Benar Memakan Alpukat untuk Menurunkan Kadar Gula Darah

Dr Gunter Kuhnle, associate professor di bidang nutrisi dan kesehatan di University of Reading, mengatakan: "Ini adalah penelitian yang sangat penting, terutama karena jus buah sering dipandang sebagai alternatif' minuman sehat, walaupun mereka sering mengandung lebih banyak gula (terutama smoothie)."

Jus Siap Minum vs Buah Segar

Sementara, jus buah adalah pengganti yang buruk untuk buah segar. Memang, segelas jus jeruk 150 mililiter dibuat dari sekitar dua jeruk, tetapi makan dua buah jeruk segar, memiliki serat tinggi daripada minum jus.

Di Inggris, rekomendasi umum adalah segelas jus buah 150 mililiter dapat dikosumsi hanya satu kali setiap lima hari.
Loading...

Belum ada Komentar untuk "Ilmuwan Temukan Jus Buah Meningkatkan Risiko Kematian Dini"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel